Warga Sebut Sungai Glagahan Deras di Pagi Hari Sebelum Ngajinah Tenggelam

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Warga Sebut Sungai Glagahan Deras di Pagi Hari Sebelum Ngajinah Tenggelam
Seorang warga Dusun Ciren menunjukkan lokasi yang diduga tempat Ngajinah menceburkan diri ke sungai Glagahan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (29/2/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Sulahadi menyebut bahwa kedalaman sungai bisa mencapai dua meter saat tidak deras.

SuaraJogja.id - Tenggelamnya warga Dusun Ciren, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul memunculkan fakta baru. Ngajinah (41) diduga terseret aliran sungai Glagahan yang pada pagi hari cukup deras.

"Sekitar jam 05.30 WIB di sungai ini [Glagahan], aliran airnya deras. Biasanya jam-jam tersebut penutup aliran air dari Bendung Kamijoro dibuka, sehingga bisa jadi alirannya jadi deras," terang warga Ciren RT 4, Pandak, Bantul, Sulahadi (59), ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (29/2/2020).

Pihaknya membeberkan, Ngajinah saat itu tengah berjalan-jalan di sekitar bibir sungai Glagahan usai salat subuh. Menurut informasi yang dia dapatkan, Ngajinah pamit kepada suaminya untuk keluar rumah.

Sejumlah petugas menurunkan kantong jenazah dari ambulans ke rumah duka korban tenggelam Sungai Glagahan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (29/2/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Sejumlah petugas menurunkan kantong jenazah dari ambulans ke rumah duka korban tenggelam Sungai Glagahan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Sabtu (29/2/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

"Memang dia sempat pamit ke suami untuk jalan-jalan, tapi tidak tahu akan pergi ke mana. Nah, setelah tak kembali hampir dua jam, keluarga curiga dan mencari dia. Akhirnya, warga yang mendengar kabar hilangnya Ngajinah bersama-sama mencari dia," terangnya.

Sulahadi menyebut bahwa kedalaman sungai bisa mencapai dua meter saat tidak deras. Ketika aliran sungai menjadi deras, kedalaman air bisa mencapai empat hingga lima meter.

"Jika sungainya normal, tingginya dua meter, tapi saat hujan deras atau aliran air dari Bendung Kamijoro dibuka, volume airnya bertambah dua kali lipat," kata Sulahadi, yang kerap melintas di bibir sungai setempat.

Jasad Ngajinah telah ditemukan sekitar pukul 15.40 WIB. Dari rilis yang diterima wartawan, tim SAR menemukannya sekitar 2 kilometer dari tempat kejadian.

Korban saat ini telah dibawa ke rumah duka di Dusun Ciren RT 4, Desa Triharjo, Pandak, Bantul. Sejumlah kerabat dan warga berkumpul di rumah setempat.

Dari pantauan SuaraJogja.id, pukul 16.40 WIB pihak keluarga tengah menyiapkan tenda untuk pemakaman. Jenazah korban belum disemayamkan lantaran masih menjalani autopsi yang dilakukan tim kesehatan dari puskesmas setempat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS