Warga Selo Boyolali Saksikan Kilat Saat Gunung Merapi Erupsi

Di Boyolali Kota justru terjadi hujan abu tipis.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 03 Maret 2020 | 08:49 WIB
Warga Selo Boyolali Saksikan Kilat Saat Gunung Merapi Erupsi
Kondisi puncak Gunung Merapi saat erupsi terlihat dari Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Selasa (3/3/2020). - (ANTARA/HO)

SuaraJogja.id - Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa (3/3/2020) pagi ini teramati oleh warga Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Menurut seorang warga, asap tembal tampak membumbung tinggi kala erupsi Merapi.

Kades Jrakah Tumar mengatakan, sebelum disusul asap tebal yang membumbung tinggi, dari Jrakah terlihat kilat seakan dikeluarkan puncak Merapi. Namun, di desanya itu tidak terjadi hujan abu, dan masyarakat juga melakukan aktivitas seperti biasa, bekerja, dan bertani di ladangnya, sembari tetap waspada.

Hujan abu juga tidak terjadi di Desa Klakah, Selo. Menurut Kepala Desa Klakah Marwoto, asap tebal terlihat jelas dari desanya.

Pihaknya kemudian naik ke Dukuh Sumber, yang tertinggi di Klakah, untuk mengondisikan warga setempat. Ia mengatakan, Dukuh Sumber tidak terkena dampak berupa hujan abu akibat erupsi Merapi. Abu terlihat masih tipis di sana.

Baca Juga:2 Warga Positif Corona, Penumpang KRL Depok Ramai-ramai Kenakan Masker

"Dukuh Sumber Klakah ini, pemukiman yang paling atas atau berjarak sekitar 3,4 kilometer dari puncak Merapi, masih terkendali aman dan tidak terjadi hujan abu," katanya.

Bahkan, warga yang pergi ke sekolah, bekerja, atau berladang tetap beraktivitas seperti biasa. Jadi, kawasan Sumber, Klakah tidak terjadi hujan abu, dan arah angin ke utara, sedangkan Klakah di bagian barat gunung.

"Kami menuju Dukuh Sumber, yang paling tinggi di Desa Klakah, untuk mengondisikan warga setempat. Warga tetap waspada meski mereka melakukan aktivitas seperti biasa," kata Marwoto, Selasa, dikutip dari ANTARA.

Di Boyolali Kota justru terjadi hujan abu tipis. Yuli, warga Jalan Merbabu Boyolali, mengungkapkan, meski terdampak erupsi Merapi, warga Boyolali Kota tak begitu merasakan efek dari hujan abu karena abu vulkanik itu hilang begitu saja, tertutup hujan gerimis di wilayah itu.

Hujan abu juga terjadi di wilayah Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, atau bagian sisi utara Merapi.

Baca Juga:5 Berita Hits Bola: Persela Kalah, Nil Maizar Sebut Persib Sangat Klinis

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, terjadi erupsi Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 05.22 WIB. Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mencatat, erupsi tersebut memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 45 detik.

Kolom asap letusan gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km.

Sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini, status Merapi masih waspada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak