Kolom Asap Erupsi Merapi Capai 6 Km, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Erupsi terjadi pada Selasa pukul 5.22 WIB.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Selasa, 03 Maret 2020 | 08:04 WIB
Kolom Asap Erupsi Merapi Capai 6 Km, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Merapi terlihat dari Pakembinangun, Pakem, Sleman pada pukul 5.35 WIB, Selasa (3/3/2020). - (SuaraJogja.id/Uli Febriarni)

SuaraJogja.id - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi, Selasa (3/3/2020) pagi ini. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang.

Imbauan itu disampaikan langsung oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun resmi Twitter mereka. Menurut keterangannya, seluruh warga diminta untuk beraktivitas seperti biasanya di luar radius 3 km dari puncak Merapi sembari mewaspadai hujan abu vulkanik.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari Puncak #Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. #statuswaspada sejak 21 Mei 2018," cuit @BPPTKG, Selasa pagi.

Erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). - (Twitter/@BPPTKG)
Erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). - (Twitter/@BPPTKG)

Badan Geologi yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengungkapkan, erupsi terjadi pada Selasa pukul 5.22 WIB dan tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durai 45 detik.

Baca Juga:Ferry Maryadi Ketar-ketir Virus Corona Covid-19 Sudah Masuk Indonesia

Kolom asap letusan gunung api tersebut mencapai 6.000 m, atau 6 km, dari puncak. Selain itu, pascaerupsi Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 km.

"Arah angin saat erupsi ke utara," terang BPPTKG.

Tak hanya awan panas, abu vulkanik juga tersembur dari Merapi kala erupsi. Di Kabupaten Boyolali contohnya, abu Merapi telah menghujani sebagian wilayah di sana.

Erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). - (Twitter/@BPPTKG)
Erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). - (Twitter/@BPPTKG)

Erupsi terakhir Gunung Merapi terjadi belum lama ini, yaitu pada Kamis (13/2/2020) pukul 05:16 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang, ke arah barat laut.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan, sebelumnya pada periode September hingga November 2019, Merapi telah mengalami letusan sebanyak empat kali diiringi aktivitas kegempaan vulkanik dalam.

Baca Juga:Manchester United Jadi Tim Paling Sering Diuntungkan VAR, Liverpool Nomor 9

Kejadian letusan serupa, kata dia, diprediksi masih bakal terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, terutama mereka yang berada di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak