Pasien COVID-19 di Gunungkidul Polisi Muda, Sempat Negatif Saat Rapid Test

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Pasien COVID-19 di Gunungkidul Polisi Muda, Sempat Negatif Saat Rapid Test
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pada 8 maret 2020 malam lalu, ia merasakan keluhan demam serta nyeri persendian.

SuaraJogja.id - Tim Gugus Tugas Penanganan COVID 19 DIY, Minggu (5/4/2020) kemarin, menyebutkan ada penambahan pasien positif COVID-19 di DIY. Kasus ke-36 yaitu pasien berjenis kelamin laki-laki dan baru berumur 18 tahun. Pasien tersebut memiliki riwayat pendidikan di Jakarta.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID 19 Kabupaten Gunungkidul Dewi Irianti mengatakan, remaja berumur 18 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut berasal dari Kecamatan Playen, Gunungkidul. Remaja ini adalah anggota polisi muda yang baru saja lulus dari pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro, Bantul.

Sampai saat ini, kata Dewi, penempatan yang bersangkutan memang belum pasti. Oleh karena ada wabah corona, maka ia ditempatkan sementara di Brimob Baciro.

"Tanggal 2 maret 2020 yang lalu remaja ini dinyatakan lulus dan dilantik di SPN Selopamioro. Kami baru mendapatkan informasi positif dari Tim Gugus Tugas Penanganan COVID19 DIY tanggal 5 April 2020 kemarin. Namun sebenarnya hasil per surat terbit tanggal 4 april 2020," ujar Dewi ketika melakukan teleconference dengan awak media, Senin (6/4/2020).

Mengetahui ada yang positif, pihaknya langsung melakukan penelusuran dengan menerjunkan tim Puskesmas Playen I serta dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Tim ini berkunjung ke rumah pasien tersebut karena yang bersangkutan berada di rumah.

Kebetulan ketika tim dari Dinkes Gunungkidul tiba, selang beberapa saat kemudian hadir juga dari tim Dokter Polda (Dokpol) DIY ke rumah yang bersangkutan. Mereka berkunjung ke rumah pasien karena hasil penelusuran menyebutkan, pasien ini sudah berada di rumahnya.

"Lalu kami lakukan wancancara, baik dengan yang bersangkutan maupun keluarganya, sehingga didapat riwayat yang bersangkutan," terangnya.

Dari wawancara tersebut diperoleh informasi, tanggal 2 maret 2020, remaja ini dilantik di SPN Selopamioro Bantul. Kemudian sore harinya yang bersangkutan bertolak ke Jakarta untuk mengantar simbahnya dengan kendaraan pribadi. Karena di perjalanan menggunakan mobil pribadi, maka untuk makan, lanjut Dewi, pasti remaja tersebut berhenti di suatu tempat.

Menurut keterangan Dewi, remaja tersebut tidak tinggal lama di Jakarta karena begitu sampai tujuan, dirinya langsung bertolak ke Gunungkidul. Yang bersangkutan sudah kembali ke Gunungkidul tanggal 4 Maret 2020. Di tanggal 4 Maret itu pula, remaja ini turun ke Kota Jogja untuk mengambil seragam dan kaos di wilayah Janti.

"Sepulang dari Jakarta dia ketemu satu dua temannya di Wonosari," ungkap Dewi.

Baru pada 8 maret 2020 malam, yang bersangkutan merasakan keluhan demam serta nyeri persendian. Namun, remaja ini tidak langsung berobat dulu karena keesokan harinya harus kembali ke SPN Selopamioro untuk mengikuti kegiatan di sana.

Setelah pulang ke rumah, baru malam harinya ia memeriksakan diri ke RS Panti Rahayu dan di IGD dilakukan tes. Kemudian tanggal 10 Maret 2020 yang bersangkutan masih di rumah, dan tanggal 11 cek di RS Panti Rahayu. Tanggal 12 Maret 2020, ia ada kegiatan rutinitas olahraga sampai GOR atau Stadion Handayani.

"Yang bersangkutan itu merasa sehat, sehingga terus beraktivitas. Bahkan tanggal 19 maret 2020 dimulai tes kesehatan di Brimob Baciro sampai tanggal 24," papar Dewi.

Baru kemudian tanggal 24 maret 2020, remaja tersebut merasakan gejala yang agak berat, yaitu sesak napas, dan tanggal 25 Maret, meskipun masih merasakan hal yang sama, tetapi keluhan tersebut diabaikan. Baru pada tanggal 26 maret 2020 ia periksa ke poliklinik, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani isolasi karena statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Tanggal 31 Maret 2020, sempat dilakukan rapid test, dan hasilnya negatif. Saat itu kondisinya membaik, sehingga oleh pihak rumah sakit sudah diperkenankan untuk pulang ke Gunungkidul. Namun, saat itu hasil swab-belum keluar, sehingga tidak diketahui apakah pasien ini positif atau tidak.

"Hasil laboratorium swab baru keluar tanggal 4 april 2020 dan dinyatakan positif," ungkap Dewi.

Tanggal 6 April 2020 ini, pihaknya sudah mendatangi kediaman yang bersangkutan untuk melakukan contact tracking dan imengedukasi apakah bersedia melakukan isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit agar tidak menimbulkan risiko. Sore ini kemungkinan yang bersangkutan akan dijemput dan dirawat di RS Panti Rahayu, kata Dewi.

Pihaknya juga melakukan pemeriksaan kontak yang ada di rumah pasien tersebut. Sudah ada tujuh orang yang dilakukan contact crossing, di mana semuanya tidak ada keluhan. Rapid test pun sudah dilakukan kepada empat orang: ayah, ibu, adik, dan asisten rumah tangga (ART). Hasilnya negatif semua.

"Tiga orang akan kita telusuri. Namun yang satu, yaitu simbahnya, ada di Jakarta. Jadi untuk sementara baru dua orang yang akan kita telusuri," kata Dewi.

Kontributor : Julianto

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS