facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hari Ini 4 Tahun Lalu Demo Besar Terjadi di UGM, Konon Terbesar Pasca 1998

Galih Priatmojo Sabtu, 02 Mei 2020 | 13:46 WIB

Hari Ini 4 Tahun Lalu Demo Besar Terjadi di UGM, Konon Terbesar Pasca 1998
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada. (Dok : UGM)

Demo tersebut melibatkan ribuan mahasiswa. Ada yang menyebut sekitar seribu tapi banyak yang menyebutkan lebih dari itu.

SuaraJogja.id - Tepat di Peringatan Hari Pendidikan, 2 Mei empat tahun silam yakni di tahun 2016, salah satu universitas berpengaruh di Jogja, UGM mencatatkan gerakan mahasiswa terbesar.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, aksi yang bertajuk Pesta Rakyat tersebut digelar di halaman Balairung UGM seusai peringatan Hardiknas dan pemberian penghargaan satya lencana bagi dosen dan karyawan yang dihelat pihak rektorat.

Saat itu mahasiswa yang mengatasnamakan BEM KM UGM menggrudug Balairung sambil membawa sejumlah poster, spanduk serta replika keranda mayat berkerudung kain hitam. Adapun sejumlah tuntutan mahasiswa yang diusung yakni mulai dari Tolak UKT hingga relokasi kantin Bonbin yang terletak di Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Psikologi.

Disebut ada sekitar seribuan mahasiswa yang kala itu ikut aksi, tapi tak sedikit yang menyebut jumlah yang disebutkan di lapangan jauh lebih besar dan konon itu merupakan demo besar yang pernah digelar di UGM pasca tahun 1998 saat reformasi.

Baca Juga: Said Didu Tantang Buktikan Jokowi Lulusan UGM dan 4 Berita Heboh Lainnya

Momen besar di UGM tersebut pun sempat dikicaukan akun @panjipnjk. Dalam kicauannya demo besar yang terjadi di tahun 2016 itu juga merupakan puncak dari kegeraman mahasiswa terhadap pernyataan blunder Rektor UGM, Dwikorita Karnawati yang menyebut aksi tersebut sebagai simulasi.

"Tuntutan pada aksi di tahun 2016 didasari keresahan mahasiswa terkait dengan besaran UKT juga jarak antargolongannya yang sangat berjauhan, selain itu juga berkaitan dengan relokasi kantin bonbin, tunjangan kinerja, tenaga pendidik UGM yang macet," tulisnya.

"Kenapa aksi tersebut jumlahnya sangat banyak? karena selain poin tuntutan juga dikarenakan slip tongue dari rektorat yang menyebut aksi tersebut sebagai simulasi," tambahnya.

Lebih jauh, ia menyebut aksi serupa juga diteruskan setahun kemudian, tepat di tanggal 2 Mei 2017.

"Aksi 2 Mei 2017 bergulir menyusul poin-poin tuntutan di saat setahun sebelumnya yang belum membuahkan hasil, padahal sudah dijanjikan untuk dipenuhi. Di tahun 2-17 ini cukup unik karena mahasiswa melakukan aksi hingga malam (bermalam di depan rektorat)," tukasnya.

Baca Juga: Curhat Gelanggang UGM Dibongkar Dadakan, Rezki: Tempat Tercipta Solidaritas

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait