Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nelangsa, Pasien Covid-19 Ungkap Biaya Perawatan di RS sampai Rp 70 Juta

Reza Gunadha | Fita Nofiana Kamis, 11 Juni 2020 | 13:05 WIB

Nelangsa, Pasien Covid-19 Ungkap Biaya Perawatan di RS sampai Rp 70 Juta
(Twitter/okyisokay)

"Gue dirawat lagi buat ngamanin beberapa keluhan-keluhan yang bikin hidup gue ribet. Biayanya? 36 juta sendiri. So, total gue udah ngabisin 70 juta (untuk perawatan Covid-19)"

SuaraJogja.id - Satu pasien covid-19 membeberkan biaya perawatan yang harus ia bayar selama di rumah sakit swasta, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Juno, melalui akun Twitternya pada Selasa (9/6/2020) membagikan pengalammnya dalam sebuah utas.

"Ini biaya perawatan gue sebelum masuk Wisma Atlet dulu. Karena hasil swab belum keluar jadi merujuk pada diagnosa Bronchopneumonia (BP). Kalau ada teman atau kenalan kalian yang berkeliaran di luar tanpa masker dan enggak social distancing sodorin tagihan ini aja," tulis Juno pada akun Twitternya.

Juno sendiri membagian foto tagihan biaya Covid-19 yang harus ia keluarkan selama perawatan. Untuk biaya tagihan selama 9 hari, ia ditagih kurang lebih Rp 33.794.977.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan Covid-19 (twitter.com/jtuvanyx)
Biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan Covid-19 (twitter.com/jtuvanyx)

"Ini aja biayanya cuma atas kamar rawat (isolasi) 9 hari, obat-obatan, lab thorax sama darah, visit dokter, udah. Enggak ada tindakan yang gimana-gimana karena puji Tuhan gue enggak sampai sesak napas," tambah Juno.

Menurutnya, biaya akan semakin mahal kalau ia membutuhkan tindakan lain seperti ventilator.

"Nah ini juga belum perawatan paska pulang dari Wisma Atlet. Gue dirawat lagi buat ngamanin beberapa keluhan-keluhan yang bikin hidup gue ribet. Biayanya? 36 juta sendiri. So, total gue udah ngabisin 70 juta (untuk perawatan Covid-19)," tulis Juno.

"Buat gue waktu itu enggak ada pilihan selain melipir ke RS swasta yang mana waktu itu datang juga dengan perasaan was-was karena udah dengar beberapa orang juga ditolak sama RS swasta," tambahnya.

(Twitter/okyisokay)
(Twitter/okyisokay)

Juno menegaskan, bahwa pemerintah juga menyediakan fasilitas gratis di rumah sakit rujukan. Namun akan sulit masuk karena tetap harus didukung diagnosa medis.

"Buat yang positif gejala ringan bisa ke Wisma Atlet di Jakarta, buat yang positif gejala berat langsung ke RS Rujukan. Lokasi menyesuaikan daerah masing-masing ya," tulisnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait