Sindir Halus Kemendagri, Putri Gus Dur Soroti Lomba Berhadiah Rp168 M

Anita Wahid berandai-andai jika hadiah Rp168 miliar tersebut dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, yakni penanganan pandemi Covid-19.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Husna Rahmayunita
Selasa, 23 Juni 2020 | 18:15 WIB
Sindir Halus Kemendagri, Putri Gus Dur Soroti Lomba Berhadiah Rp168 M
Putri Gus Dur Anita Wahid. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJogja.id - Anita Wahid, putri ketiga Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, memberikan sindiran halus terhadap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sentilannya itu ia tujukan pada Kemendagri terkait lomba video new normal yang dicetuskan kementerian dengan total hadiah Rp168 miliar.

Anita Wahid heran dengan nilai fantastis yang dijanjikan Kemendagri untuk pemenang lomba. Melalui akun Twitter pribadinya, @anitawahid, ia pun memberikan sindiran kepada pemerintah.

Dirinya berandai-andai jika hadiah Rp168 miliar tersebut dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, yakni penanganan pandemi Covid-19. Ia mencoba memberikan penghitungan, nominal tersebut dapat diperuntukkan bagi program swab test massal dan menunjang ketersediaan perlengkapan bagi tenaga medis maupun pasien Covid-19.

Anita Wahid tanggapi lomba video new normal berhadiah Rp 168 miliar. (Twitter/@AnitaWahid)
Anita Wahid tanggapi lomba video new normal berhadiah Rp 168 miliar. (Twitter/@AnitaWahid)

"168 miliar buat lomba video. Kalo buat swab test massal bisa buat berapa orang ya? Kalo buat nambah kapasitas nakes dan penanganan pasien bisa buat nambah berapa banyak ya?" cuit Anita Wahid, seperti dikutip Suara.com, Selasa (23/6/2020).

Baca Juga:Lomba Video New Normal Berhadiah Rp 168 M, Putri Gus Dur Beri Sentilan

Pada cuitannya Anita Wahid menyertakan pula tautan artikel yang memberitakan bahwa pemerintah menjanjikan Rp168 miliar untuk lomba video new normal.

Diketahui, Kemendagri tengah mengadakan lomba inovasi daerah tatanan new normal baru produktif dan aman Covid-19 dengan total hadiah senilai Rp168 miliar. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan, lomba tersebut dimulai sejak 29 Mei 2020 dan diadakan untuk tujuh sektor di empat klaster pemerintahan daerah, yakni provinsi, kota, kabupaten, dan kabupaten perbatasan atau tertinggal.

Setiap peserta lonba wajib membuat video dengan durasi maksimal dua menit yang menunjukkan gambaran protokol kesehatan dan simulasi di beragam sektor. Lomba tersebut kemudian justru menuai pro dan kontra serta menjadi perbincangan di kalangan warganet karena besarnya hadiah yang dijanjikan. Salah satu kritik menggelitik disampaikan oleh komikus terkenal Si Juki.

Melalui akun Fans Page Facebook @JukiHoki, ia merangkum kabar tersebut melalui sebuah infografis sindiran. Disebutkan bahwa hadiah sebesar Rp168 miliar itu setara dengan 68 juta bungkus mi instan, 30.500.000 liter seduhan kopi sachet, 19.047 unit PS5, 1.777 sepeda Brompton, hingga 23 kali biaya konser BPIP.

Baca Juga:Industri Pariwisata Indonesia Siap Bangkit di Era New Normal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak