Biasa Saja Lihat Jokowi Marah ke Menteri, Dahlan Iskan: Mereka Penakut

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Ruhaeni Intan
Biasa Saja Lihat Jokowi Marah ke Menteri, Dahlan Iskan: Mereka Penakut
Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan didampingi tim Pengacara hukum Yusril Ihza Mahendra usai menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/6).

"Maka saya biasa-biasa saja melihat presiden marah besar," ungkap Dahlan Iskan.

SuaraJogja.id - Video Presiden Jokowi marah pada para menteri tak luput dari perhatian Menteri BUMN di era Presiden SBY Dahlan Iskan. Meski menurutnya Jokowi jelas terlihat marah besar, tetapi baginya itu hal yang biasa.

Dahlan Iskan mengungkapkan pendapatnya itu melalui blog pribadinya Disway.id. Lewat tulisannya yang dirilis pada Selasa (30/6/2020) tersebut, ia menjelaskan bagaimana posisi menteri dan presiden dalam penanganan pandemi. Bukan CEO perusahaan yang membuat keputusan, menurut Dahlan Iskan, Jokowi lebih terlihat seperti chairman.

"Gaya marahnya sangat Jawa. Marah di podium. Dalam bentuk ceramah. Atau arahan. Bukan marah di meja rapat. Mungkin karena beliau seorang presiden. Yang memerankan diri sebagai chairman. Bukan seorang CEO perusahaan," tulis Dahlan Iskan di Disway.id.

Mantan Dirut PLN ini kemudian membeberkan analisis mengapa Jokowi, yang dikenal berperawakan, halus bisa berubah menjadi semarah itu. Dirinya menjelaskan pula alasan para menteri seolah bersikap biasa-biasa saja, seperti yang ditekankan Jokowi dalam pidatonya.

"Bahwa orang halus seperti Pak Jokowi marah besar berarti keadaan sudah keterlaluan. Misalnya soal anggaran kesehatan itu. Yang baru terpakai 1 persen. Padahal anggaran kesehatan Rp75 triliun. Saya berdoa semoga angka yang masuk ke presiden itu salah," ungkap Dahlan Iskan.

Bagi penulis buku Ganti Hati ini, jika apa yang dikatakan oleh Jokowi itu benar, yakni baru 1% anggaran kesehatan yang turun, maka penanganan pandemi dinilai keterlaluan. Dahlan Iskan menduga, program penanganan Covid-19 sama sekali tidak berjalan meski pemerintah telah menganggarkan uang sebesar Rp75 triliun.

"Kalau angka 1 persen itu benar memang keterlaluan. Berarti program di situ tidak jalan sama sekali. Padahal ini sudah bulan Juli," katanya.

Menutup tulisannya, Dahlan Iskan berkesimpulan bahwa orang-orang yang duduk di pemerintahan saat ini adalah orang-orang yang penakut.

"Lalu di mana persoalannya? Mereka itu orang penakut. Khususnya takut melanggar aturan," tulisnya.

Ia menilai bahwa para pejabat tinggi di Kabinet Indonesia Maju ini takut jika sedikit saja salah langkah, keputusannya bisa menggiring mereka ke dalam sel.

"Terlalu banyak kasus orang tidak salah dimasukkan tahanan. Mengerikan. Hanya dengan alasan melanggar peraturan," terang Dahlan Iskan.

Dirinya melanjutkan, dimarahi presiden masih lebih bisa dihadapi bagi para menteri ini daripada harus berakhir di bui.

"Maka saya biasa-biasa saja melihat presiden marah besar. Mereka tetap lebih takut masuk tahanan daripada dimarahi atasan," pungkas Dahlan Iskan.

Baca tulisan lengkap Dahlan Iskan DI SINI.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS