Usai Digigit Ular Gibug, Tangan Orang Ini Menghitam Hingga Diamputasi

Tangan korban nampak menghitam, melepuh bahkan mengering dan mengalami kerusakan jaringan.

M Nurhadi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 20:57 WIB
Usai Digigit Ular Gibug, Tangan Orang Ini Menghitam Hingga Diamputasi
(Twitter/@kinoeprasetya --Facebook/Fakultas Kedokteran Hewan New York)

SuaraJogja.id - Sebuah unggahan yang menunjukkan jari jempol melepuh hingga menghitam karena digigit ular gibug viral di media sosial Twitter.

Dalam unggahan akun @kinoeprasetya tersebut ia juga menuliskan, gambar-gambar tersebut diambil di rumah sakit. Lantaran tidak adanya anti-bisa yang tersedia di rumah sakit, dengan sangat terpaksa korban terpaksa mengamputasi jarinya tersebut.

"Sharp-nosed viper, Ular Gibug atu juga disebut ranjau darat. Meski berukuran kecil, ia memiliki racun yang dapat menghancurkan jaringan. Bisa yang dimiliki ular ini dapat merusak dinding pembuluh darah. akibat dinding pembuluh darah yang rusak, darah akan menggumpal dan menyebabkan keadaan pendarahan internal yang masif pada korban," ujarnya.

Ular gibug atau ular tanah atau yang memiliki nama ilmiah Calloselasma rhodostoma merupakan salah satu  spesies ular berbisa yang memiliki sifat sangat agresif.

Baca Juga:Viral Kain Kafan Supreme, Warganet: Jenazah Hypebeast!

"Ini bukan percobaan ya temen", kejadian ini terjadi pada tahun 2017 silam dgn korban yang tidak disebutkan identitasnya. Bnyak yg bilang "harusnya nyari pertolongan, malah difoto" ga begitu bro. Semua foto (kecuali ularnya) diambil di rumah sakit. Kejadian ini terjadi karena ular yg mengigit korban merupakan ular Cina dan antivenomnya sulit ditemukan di tempat yang jauh. Akibatnya korban harus menderita akibat efek penuh dari racun ular," ungkapnya.

Ia menyebut, bila jari korban tidak segera diamputasi, ada kemungkinan justru tangan korban turut diamputasi karena terlambat penanganan.

Ia juga menyertakan potongan video Panji Petualang saat hadir dalam Channel Youtube Deddy Corbuzier. Dalam video tersebut, Panji menyebut, pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat terkena gigitan ular berbisa adalah meminimalisir gerakan pada bagian tergigit.

Setelah itu, diusahakan secepatnya untuk mencari pertolongan medis dan jangan dihisap. Di pusat kesehatan tersebut, apabila terdapat serum anti-bisa dari bisa tersebut maka pertolongan bisa dilakukan secepatnya. Namun, bila tidak ada anti-bisa, maka pasien hanya bisa pasrah.

Ular gibug atau yang dikenal pula dengan bandotan bedor ini  tersebar di Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaya bagian utara dan Jawa, khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah bagian barat, dan Karimunjawa.

Baca Juga:Curhat Bapak Kos: Ngasih Diskon Saat Wabah Malah Ditipu Anak Kos Sendiri

Melansir dari Tropical snake bites: clinical studies in South-East Asia karya Warrel, gigitan ular tanah bisa menimbulkan pembengkakan hingga kematian jaringan. Pda sejumlah kasus, terjadi kerusakan atau disfungsi anggota badan, hingga diamputasi bila tidak ada serum anti-bisa atau keterlambatan pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak