Sherina Pertanyakan Kalung Antivirus Corona: Takhayul yang Diilmiahkan

"Semoga nyawa tidak melayang karena takhayul yang diilmiahkan," ungkap Sherina.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Minggu, 05 Juli 2020 | 11:26 WIB
Sherina Pertanyakan Kalung Antivirus Corona: Takhayul yang Diilmiahkan
Sherina Munaf (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)

SuaraJogja.id - Berupaya menekan penyebaran virus corona, Kementerian Pertanian (Kementan) justru mendapat respons negatif dari publik. Pasalnya, inovasi kalung antivirus corona Kementan dinilai tak masuk akal untuk menangkal penyakit Covid-19.

Pendapat itu disampaikan salah satunya oleh Sherina Munaf. Sama seperti warganet lainnya, Sherina turut mempertanyakan fungsi kalung antivirus ini di Twitter.

"Kalung Antivirus Eucalyptus Anti Corona mau diproduksi massal? Setahu saya Covid-19 itu virus. Bukan nyamuk," cuit @sherinasinna, Minggu (5/7/2020).

Lalu di cuitan berikutnya, ia mengoreksi kesalahannya menyebut Covid-19 sebagai virus. Kendati begitu, musikus yang pernah berkuliah jurusan Neuroscience ini kembali menegaskan bahwa baik corona maupun COvid-19 tak bisa disamakan dengan nyamuk.

Baca Juga:Kontroversi Kalung 'Antivirus' Corona, Kementan: Diteliti 10 Tahun Silam

"Saya salah. Covid-19 adalah penyakitnya, yang disebabkan oleh Virusnya: SARS-CoV-2. Tapi untuk memperjelas, tetap bukan nyamuk," tulisnya.

Ia pun melanjutkan bahwa dirinya memerlukan bukti karya ilmiah yang menyatakan bahwa kalung eucalyptus bisa melawan Covid-19. Sherina juga secara singkat menyinggung soal takhayul dalam kalung tersebut.

"Ditunggu jurnal ilmiah kalung eucalyptus VS Covid-19 nya. Saya terima kalau saya blunder. Semoga nyawa tidak melayang karena takhayul yang diilmiahkan," tutup Sherina.

Cuitan Sherina - (Twitter/@sherinasinna)
Cuitan Sherina - (Twitter/@sherinasinna)

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) diberitaka tengah mengembangkan inovasi kalung antivirus di tengah pandemi corona. Kalung tersebut siap diproduksi secara massal pada Agsutus 2020.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kalung antivirus itu merupakan hasil ramuan yang dibuat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan. Bahan untuk membuat antivirus itu berasal dari tanaman eucalyptus, yang selama ini dikenal untuk membuat minyak kayu putih.

Baca Juga:Heboh Kalung Antivirus Corona dan 4 Berita Kesehatan Terpopuler Lainnya

"Dari 700 jenis, satu [jenis bahan] yang bisa mematikan corona hasil lab kita, dan hasil lab ini untuk antivirus. Dan kita yakin bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak," kata Syahrul di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Syahrul menjelaskan, kalung antivirus itu sudah melewati uji coba. Ia mengklaim, ketika digunakan selama 15 menit, antivirus itu akan bekerja membunuh 42 persen virus corona. Sedangkan kalau sudah digunakan 30 menit, kalung akan menangkal 80 persen virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak