alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gara-gara Miskin, Warga di Kampung Ini Nekat Jual Ginjal untuk Beli Rumah

Galih Priatmojo Rabu, 08 Juli 2020 | 07:42 WIB

Gara-gara Miskin, Warga di Kampung Ini Nekat Jual Ginjal untuk Beli Rumah
Jual ginjal demi iphone, seorang lelaki lumpuh. (Shutterstock)

para calo organ gencar mendatangi warga-warga miskin di Hokse.

Bagi orang Nepal, kata dia, memiliki rumah sendiri yang dibangun di atas tanah sendiri merupakan sebuah kebanggaan dan impian masyarakat di sana.

Bukan cuma Geeta, kisah serupa juga banyak disampaikan warga penduduk di Hokse. Baik pria dan wanita, mereka kebanyakan memiliki tanda bekas operasi pengangkatan ginjal.

Seperti yang disampaikan warga lainnya, Athur. Dia mengaku nekat jual ginjal usai kena bujuk rayu adik iparnya.

"Adik ipar saya membujuk saya untuk menjual ginjal saya dan mengatakan bahwa manusia hanya membutuhkan satu ginjal. Akhirnya saya jual ginjal dan membeli rumah," akunya.

Baca Juga: Dikira Mau Menilang, Polisi di Jogja Ini Justru Lakukan Hal Tak terduga

Menurut dia, para calo organ gencar mendatangi warga-warga miskin di Hokse. Mereka berusaha membujuk mereka yang tinggal di sana untuk mengikuti operasi jual ginjal di India selatan, di mana perdagangan organ adalah bisnis yang besar dan menggiurkan.

Biasanya, para calo organ menggunakan sejumlah trik dan taktik untuk memaksa korban berpisah dengan organ vitalnya. Salah satunya adalah bermain pada kenaifan mereka dan memberi tahu mereka ginjal mereka akan tumbuh kembali usai diangkat.

Tetapi, semua impian warga Hokse luluhlantak usai gempa pada April 2015 memporakporandakan rumah mereka. Rumah yang dibangun dari hasil jual ginjal, roboh diguncang gempa 7,6 skala richter. Banyak pula warga yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kejadian itu berbuntut panjang. Banyak warga tertekan. Sejumlah penduduk di sana bahkan mulai jadi pemabuk untuk menenggelamkan kesedihan mereka.

Lantaran mereka sadar, bukan cuma rumah yang sudah hancur tetapi sadar kesehatan mereka perlahan memburuk.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Rabu 8 Juli 2020

Walau begitu, kasus penjualan ginjal ternyata kian meluas di Nepal. Alhasil, perdagangan yang berkembang pesat telah mengubah wilayah di Nepal menjadi ‘bank ginjal’, yang oleh para ahli medis memperkirakan angkanya berlipat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait