Sudah 17 Nakes Positif Covid-19, Dinkes Bantul Bakal Perketat Pengawasan

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Sudah 17 Nakes Positif Covid-19, Dinkes Bantul Bakal Perketat Pengawasan
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo berbicara dalam jumpa pers di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Kamis (23/7/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Beberapa puskesmas di Bantul bahakn sempat ditutup sementara karena nakesnya terpapar Covid-19.

SuaraJogja.id - Tenaga kesehatan (nakes) menjadi salah satu profesi yang menyumbang cukup banyak penambahan kasus positif Covid-19 di Bantul dalam beberapa hari terakhir. Hingga saat ini terhitung sudah sebanyak 17 nakes yang terjaring dalam skrining oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul (Dinkes Bantul).

"Ada 17 nakes baik medis dan paramedis kami yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait dengan penyebab penularan berasal dari mana, kami masih telusuri," ujar Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo dalam jumpa pers di Parasamya, Kompleks Pemkab Bantul, Kamis (23/7/2020).

Dijelaskan Agus, total 17 orang nakes yang terpapar virus corona itu merupakan akumulasi sejak pemeriksaan atau skrining awal oleh Dinkes Bantul. Sedangkan, untuk jumlah saat ini yang masih dirawat ada 13 orang.

Sebelumny,a pihak Dinkes Bantul telah melakukan skrining berupa swab test massal yang menyasar 1.600 tenaga medis, baik yang melayani di puskesmas atau rumah sakit di Bantul. Dikatakan Agus, hasil yang keluar dari hasil swab test massal kepada nakes tersebut baru berjumlah 500 orang.

"Mereka yang diketahui terpapar Covid-19 itu sebagian besar bertugas di puskesmas, lainnya di rumah sakit rujukan Covid-19," ucapnya.

Disebutkan Agus, beberapa puskesmas yang nakesnya terkonfirmasi positif dan sempat dilakukan penutupan sementara adalah Puskesmas Pleret, Puskesmas Sewon II, Puskesmas Kasihan I dan II, Puskesmas Bantul II, dan Puskesmas Sedayu I. Hingga saat ini diketahui bahwa Puskesmas Sewon II, Bantul II, dan Sedayu I masih dilakukan penutupan sementara.

Lebih lanjut, terkait dengan penularan yang terjadi pada nakes itu, pihaknya masih akan menelusuri lebih dalam. Menurutnya, ada banyak kemungkinan terkait dari penularan di lingkungan nakes tersebut.

"Kita belum bisa mendeteksi tertular karena apa. Bisa jadi dari pasien atau lingkungan kerja, rumahnya, atau malah bisa juga karena riwayat perjalanannya. Jadi, memang belum dicek sedetail itu," kata Agus.

Dengan adanya kasus nakes di Bantul terpapar Covid-19 ini makin membuat pihaknya merapatkan barisan guna melindungi para nakes yang masih terus bertugas. Agus mengimbau semua pihak, khususnya nakes, terus memperketat pelayanan dan lebih memperhatikan baik pemakaian ataupun saat melepas APD masing-masing.

"Paling tidak, jajaran pelayanan diketatkan. Selain itu, evaluasi terkait dengan protap pemakaian APD juga perlu diperhatikan karena memang rawan jadi media penularan," tandasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS