Indeks Terpopuler News Lifestyle

Daya Beli Lesu, Sektor Pertanian di DIY Alami Kontraksi Hingga 9,98 Persen

Galih Priatmojo Rabu, 05 Agustus 2020 | 21:25 WIB

Daya Beli Lesu, Sektor Pertanian di DIY Alami Kontraksi Hingga 9,98 Persen
Ilustrasi pertanian

Hasil produksi melimpah namun sulit untuk dipasarkan karena menurunnya permintaan yang sangat drastis di masa pandemi.

SuaraJogja.id - Pandemi COVID-19 berdampak cukup besar pada kehidupan masyarakat di DIY pada triwulan II 2020 ini. Kondisi ini berbanding terbalik pada triwulan yang sama 2019 lalu yang justru tumbuh hingga 6,77 persen.

"Kontraksi tersebut dipicu penurunan kinerja di sembilan kategori. Pemicu utamanya munculnya kasus COVID-19 di DIY yang mulai terdeteksi pada pertengahan Maret 2020," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Heru Margono dalam jumpa pers daring, Rabu (05/08/2020).

Menurut Heru, kontraksi pertumbuhan dipicu oleh sebagian besar lapangan usaha ekonomi. Ditutupnya kegiatan pariwisata selama masa pandemi di triwulan ini memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan, utamanya jasa lainnya seperti penyediaan akomodasi dan makan minum, dan transportasi. 

Mundurnya musim hujan juga menyebabkan bergesernya panen raya padi hingga Mei 2020 lalu. Meski panen, stok yang ada tak mampu mengimbangi terpuruknya komoditas kehutanan dan perikanan. 

Hasil produksi melimpah namun sulit untuk dipasarkan karena menurunnya permintaan yang sangat drastis di masa pandemi. Akibatnya Akibatnya kategori pertanian mengalami kontraksi sebesar 9,98 persen. 

"Momen bulan puasa Ramadhan dan libur panjang Idul Fitri yang biasanya mampu mendongkrak pertumbuhan kategori perdagangan di triwulan II pun juga tidak terjadi di tahun ini karena pandemi," tandasnya.

Sektor perdagangan pun, lanjut Heru juga ikut merasakan imbas masa tanggap darurat. Sektor ini mengalami kontraksi sebesar 4,99 persen.

Sementara di  sektor pariwisata dan perhotelan, pandemi membuat banyak hotel tutup karena tingkat hunian yang sangat rendah. Sebab Pemda sempat melakukan pembatasan kegiatan transportasi publik selama masa pandemi. 

“Anjuran pemerintah agar stay at home mengakibatkan penurunan kunjungan wisata dan tempat hiburan di DIY. Beberapa obyek wisata ditutup selama bulan April-Mei 2020,” imbuhnya.

Meskipun demikian, beberapa lapangan usaha masih mampu tumbuh cukup tinggi. Yaitu informasi dan komunikasi 20,74 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 17,91 persen, dan pertanian sebesar 10,06 persen. Dari sisi pengeluaran, semua komponen pengeluaran mengalami kontraksi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait