Bukan Soal Pelakor, Produser Film Tilik Ungkap Inspirasi Kisah Hidup Dian

Bumbu-bumbu cerita yang menyertai film TIlik, seperti kisah Dian, yang ternyata adalah perempuan perebut laki orang alias pelakor, makin membuat film ini disukai masyarakat.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Kamis, 20 Agustus 2020 | 21:43 WIB
Bukan Soal Pelakor, Produser Film Tilik Ungkap Inspirasi Kisah Hidup Dian
Tokoh Dian di film Tilik - (YouTube/Ravacana Films)

SuaraJogja.id - Penggarapan film Tilik produksi Ravacana Films dengan Dinas Kebudayaan DIY, yang tengah viral saat ini, tentu tak sependek durasi hasilnya. Digarap selama sembilan bulan, film yang hingga Kamis (20/08/2020) sudah ditonton lebih dari 1,5 juta orang di YouTube ini menyimpan banyak kisah dari para penggagasnya.

Produser film Tilik, Elena Rosmeisara, saat dihubungi, Kamis sore, mengungkapkan, cultural proximity atau kedekatan budaya dan fenomena yang terjadi dalam keseharian merekalah yang membuat film berdurasi sekitar 32 menit itu bisa trending di Twitter dan ditonton jutaan orang di YouTube.

Hal itu jadi pengalaman yang luar biasa baginya dan sang sutradara, Wahyu Agung Prasetyo, serta penulis naskah, Bagus 'Bacep' Sumartono.

"Rasanya luar biasa, ada beberapa target yang ternyata dapat dicapai. Targetnya kami ingin mempertemukan film ini seluas-luasnya pada para penonton, dan saat ini tercapai. Tidak tahu impact-nya [dampak] seberapa besar lagi," ungkapnya.

Baca Juga:Jalan Bantul - Sleman Ini Jadi Saksi 'Lambe Nyinyir' Bu Tejo di Film Tilik

Elena bercerita, film tersebut dibuat pada awal 2018 lalu, saat isu pemilihan presiden (pilpres) tengah gencar-gencarnya diperbincangkan. Beragam informasi muncul di masyarakat, tetapi banyak yang tidak jelas kebenarannya.

Dari situlah dia, Agung, dan Bagus mengajukan draf film ke Dinas Kebudayaan DIY. Dari supervisi yang dilakukan, film tersebut lolos mendapatkan budget dari Dana Keistimewaan (danais) untuk diproduksi.

Mereka mencoba menyampaikan pesan moral dalam film keempat yang diproduserinya tersebut.

Elena Rosmeisara, produser film pendek Tilik - (SuaraJogja.id/HO-dok Elena)
Elena Rosmeisara, produser film pendek Tilik - (SuaraJogja.id/HO-dok Elena)

Melalui film yang melambungkan nama Siti Fauziah atau Ozie sebagai Bu Tejo ini, mereka ingin mengedukasi masyarakat untuk bisa cek dan ricek atas berbagai informasi yang mereka dapat dari mana saja, agar tak menjadi hoaks.

Pesan itu mereka coba selipkan dalam gambaran kebiasaan dan keseharian masyarakat, khususnya di Yogyakarta.

Baca Juga:Selain Tilik, Ini 7 Film Pendek Jogja yang Bisa Ditonton di YouTube

Setting dan plot ibu-ibu yang menaiki bak truk untuk menjenguk bu lurah yang sakit di salah satu rumah sakit menjadi pemandangan yang banyak ditemui dalam kultur keseharian warga kampung, khususnya Jogja.

Melalui persiapan selama empat bulan, Elena dan timnya pun membutuhkan waktu yang cukup pendek untuk syuting selama empat hari di kawasan Imogiri, Bantul hingga Gamping, Sleman. Proses editing sendiri membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga film tersebut diluncurkan pada akhir 2018.

Pemilihan Ozie sebagai Bu Tejo yang fenomenal di medsos pun juga sudah direncanakan. Meski memakai proses casting, Elena, yang mengenal akting Ozie dalam berbagai teater, langsung berpikir bahwa tokoh Bu Tejo harus dimainkan seniman perempuan tersebut.

Film Tilik [Youtube/Ravacana Films]
Film Tilik [Youtube/Ravacana Films]

"Ada fenomena dalam film Tilik yang kami angkat dari kultur, seperti edukasi crosscheck yang tidak merata di seluruh Indonesia. Ini sesuai kampanye pilpres saat itu, dan Tilik jadi bahan untuk diskusi lagi kalau informasi jangan ditelan mentah mentah. Bukan sekedar kearifan lokal, [plot] film ini lebih pada kedekatan selama ini, jadi apa yang dialami [sehari-hari], tapi kami membebaskan masyarakat dalam mengintepretasi film ini," jelasnya.

Film ini ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dalam sejumlah festival hingga akhirnya menjadi pemenang untuk Kategori Film Pendek Terpilih pada Piala Maya 2018, Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018, dan Oficial Selection World Cinema Amsterdam 2019.

Sebelummya Elena memproduseri tiga film yang juga mengangkat isu sosial. Sebut saja Film Nilep pada 2015, Singsot pada 2016, dan Kodok pada 2017 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak