Cegah Serangan DBD, Peneliti UGM Sarankan Pakai Celana Panjang Warna Cerah

Diperkirakan terdapat 7 juta kasus demam berdarah setiap tahunnya, di Indonesia.

Galih Priatmojo
Rabu, 26 Agustus 2020 | 14:55 WIB
Cegah Serangan DBD, Peneliti UGM Sarankan Pakai Celana Panjang Warna Cerah
Peneliti Utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini saat ditemui di Komplek kampus UGM, Rabu (26/8/2020). [kontributor/uli febriarni]

SuaraJogja.id - Peneliti Utama World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Prof. Adi Utarini menekankan pentingnya masyarakat melakukan pencegahan secara konsisten sebagai upaya memutus serangan DBD.

Ia mengungkapkan, salah satu langkah pencegahan DBD yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Terlebih lagi, nyamuk Aedes aegypti selalu ada sepanjang tahun.

"Masyarakat tahu, paham untuk PSN, tapi belum terus-menerus," ujarnya, ditemui wartawan, di Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (26/8/2020).

Ia menambahkan, selain PSN, ada langkah lain dalam mencegah gigitan nyamuk demam berdarah, yaitu mengenakan pakaian lengan panjang.

Baca Juga:Marah Ke Petugas Keamanan UGM di Medsos, Pria Ini Malah Dihujat Warganet

"Saya mulai berpikir, kenapa anak-anak Sekolah Dasar itu tidak mengenakan celana panjang? Karena celana gelap itu menarik nyamuk untuk datang. Sepertinya saatnya beralih untuk mengenakan celana berwarna terang," ungkapnya, teriring senyum tipis.

Di kesempatan yang sama, ia bersama jajaran peneliti WMP berserta Yayasan Tahija, mengumumkan hasil riset mereka. Perihal efektivitas penurunan kasus DBD, lewat Randomized Controlled Trial (RCT) di Yogyakarta.

Dari inovasi teknologi itu diketahui, wolbachia di sejumlah daerah, terbukti efektif menurunkan 77% kasus DBD.

Uut mengatakan, hasil penelitian ini merupakan keberhasilan utama yang dipersembahkan bagi Yogyakarta, Indonesia dan dunia.

"Diperkirakan terdapat 7 juta kasus demam berdarah setiap tahunnya, di Indonesia. Hasil penelitian RCT menunjukkan dampak signifikan dari metode wolbachia dalam menurunkan demam berdarah di perkotaan," kata dia.

Baca Juga:Cara Daftar Ulang SBMPTN UGM, UNY dan Unpad

Sementara itu, Ketua Yayasan Tahija, Trihadi Saptoadi menjelaskan, hasil RCT menunjukkan kasus menyerupai puncak gunung es, namun disertai bukti ilmiah yang bisa diukur. Sehingga kami bisa masuk ke tahap selanjutnya.

Yayasan berharap, inovasi teknologi yang diinisiasi Tahija bersama WMP ini, bisa diadopsi oleh pemerintah pusat dan daerah, sebagai salah satu teknologi aman dalam menanggulangi DBD.

Ahli Entomologi WMP, Warsito Tantowijoyo menjelaskan, 12 dari 24 area di Kota Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Bantul telah dipilih secara acak dan memperoleh intervensi wolbachia.

Peletakkan ember berisi telur nyamuk berwolbachia ini dilakukan di 12 area. Sedangkan 12 area lainnya tanpa intervensi wolbachia (area kontrol).

Pelaksanaan teknologi RCT wolbachia dilakukan dengan cara, menempatkan ember-ember berisikan telur nyamuk berwolbachia, ke sejumlah rumah di lokasi penelitian, imbuh Warsito

Lalu, warga yang menjadi 'ayah atau ibu asuh' menjaga ember tersebut agar tidak tumpah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak