Demi Belajar Online, Siswa Ini Bertaruh Maut Panjat Pohon Setinggi 15 Meter

Para siswa tak bisa ke sekolah karena jarak tempuhnya yang terlampau jauh.

Galih Priatmojo
Kamis, 03 September 2020 | 10:52 WIB
Demi Belajar Online, Siswa Ini Bertaruh Maut Panjat Pohon Setinggi 15 Meter
Anak-anak Setiap Hari Panjat Pohon Setinggi 15 Meter Demi Bisa Belajar Online. (Foto: Kanalkalimantan.com)

SuaraJogja.id - Cerita dramatis harus dilalui oleh anak-anak di kampung Mahiyut, Desa Loktanah, kecamatan Telagabauntung, Kalimantan Selatan.

Demi mengikuti kegiatan belajar online, mereka harus bersusah payah memanjat pohon setinggi 15 meter untuk bisa menjangkau sinyal internet.

“Perjuangan anak-anak belajar itu ya mencari titik-titik yang ada signalnya. Alhamdulillah sebagian ada di pasang penguat signal tapi perlu modal dan harga mahal,” ujar Yuana Karta Abidin, Camat Telagabauntung dilansir dari Kanalkalimantan.com jaringan Suara.com, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, kalau siswa yang naik pohon cari sinyal itu diketahui ketika ada rapat di desa ada aparat yang menyampaikan kepadanya bahwa anak-anak harus naik pohon untuk mendapatkan signal.

Baca Juga:Positif Covid-19 di DIY Bertambah, 2 Kasus dari Klaster Soto Lamongan

“Saya kira kemarin itu rendah atau di cabang aja, ternyata sampai ke pucuk pohon,” papar dia.

Dia mengatakan, sinyal yang paling kuat itu berada di paling atas, kalau di bawah pohon tidak terlalu bagus.

“Jadi para anak-anak sampai harus naik sampai dekat pucuk pohon demi mendapatkan sinyal yang lebih kuat, di banding di bawahl pohon nya,” katanya.

Berdasar pengamatan camat, ada banyak orang yang menaiki pohon untuk mendapatkan sinyal hp.

“Bukan hanya pelajar SMP atau SMA, dulu waktu ditetapkan kuliah secara daring para mahasiswa juga naik pohon untuk dapat signal hp. Dulu pernah di bikinkan tangga, tapi karena banyak yang makai, jadi tangga tersebut runtuh,” ujar dia.

Baca Juga:Catat, Keluarga Terdampak Pandemi di DIY Bakal Dapat Bansos Beras 30 Kg

Guru di sekolah, beber dia, sudah melarang para siswa naik pohon, dan bisa langsung datang ke sekolah. Namun para siswa tidak mau dikarenakan jalan menuju ke sekolah itu ditempuh lebih dari 10 kilometer.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak