Dua Bulan Kasusnya Tak Ada Hasil, Orangtua Korban Pelecehan Minta Kejelasan

Y diduga mengalami pelecehan yang dilakukan oleh anak tetangganya hingga membuatnya depresi.

Galih Priatmojo
Rabu, 09 September 2020 | 20:40 WIB
Dua Bulan Kasusnya Tak Ada Hasil, Orangtua Korban Pelecehan Minta Kejelasan
Pelecehan anak

SuaraJogja.id - Seorang anak berinisial Y mengalami pelecehan yang diduga dilakukan oleh anak tetangganya.

Berdasar keterangan dari ibunya, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada 11 Juli 2020 lalu. 

Sang anak baru bercerita kepada mereka, sehari setelah kejadian.

Y mengungkapkan, kala itu anaknya hendak meminjam sepeda ke rumah tetangga.

Baca Juga:Satpol PP DIY Temukan Mayoritas Pelanggar Protokol Kesehatan Usia Remaja

"Tetapi adek dikurung di kamar anak sulung tetangga. Adek disuruh membuka celana tapi tidak mau. Lalu pelaku yang membuka celana dan terjadi pelecehan itu," ungkap Y, Rabu (9/9/2020).

Kala menceritakan kembali apa yang diungkapkan anaknya, Y mengatakan bahwa saat pelecehan terjadi sang anak diancam oleh pelaku.

"Kalau memberitahu kejadian itu, mama dan papa akan dibunuh," kata dia.

Usai mendengar cerita pilu anaknya, Y dan suami melapokan peristiwa tersebut ke Mapolres Sleman pada 15 Juli 2020.

Namun dua bulan berlalu, hingga kini tidak ada perkembangan berarti. Padahal, ibu tiga anak itu telah memberikan bukti visum psikiatrum.

Baca Juga:Update Covid-19 di DIY, Ada Tambahan 24 Kasus Baru

"Tak ada permintaan lain, kami hanya ingin kasus tersebut segera ditangani dan pelaku segera ditangkap," terangnya.

Y mengaku sakit hati, ketika harus melihat pelaku masih berkeliaran di sekitar rumahnya. Pun ketika harus melihat anaknya menceritakan kisah berulang kali ke hadapan psikiater.

"Saya capek, sudah sabar menunggu tidak ada hasil," ujarnya, kala disambangi wartawan ke kediamannya. 

Ayah korban, E menduga polisi tidak berbuat banyak. Selama proses penyelidikan, justru ia yang berusaha mencari bukti dan mengajukan beberapa saksi.

Hasil visum psikiatrum menunjukkan bahwa anak mereka mengalami depresi ringan. Sedangkan ketika melampirkan hasil visum, pihak kepolisian menyebut dokumen itu tidak bisa jadi bukti.

"Katanya harus sedang atau berat. Apakah anak saya harus depresi dulu? Bahkan kami sendiri yang mencari tahu depresi ringan itu apa. Polisi tidak memberikan keterangan apa-apa. Kami hanya ingin keadilan bagi anak saya," kata E.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak