UAD batal
Secara terpisah Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Muchlas MT di kampus setempat mengungkapkan, kampus tersebut mengikuti surat edaran yang diterbitkan MCCC Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang melarang perkuliahan luring atau tatap muka di masa pandemi COVID-19 ini, termasuk bagi 5.000 lebih mahasiswa baru.
Kampus tersebut yang awalnya akan mulai membuka kuliah luring secara bertahap pada November 2020 mendatang akhirnya membatalkan rencana tersebut.
"Akhirnya kami tinjau kembali semua rencana perkuliahan sampai waktu yang belum ditentukan seperti anjuran pimpinan pusat Muhammadiyah karena pandemi yang diperkirakan turun justru naik tajam," ungkapnya.
Baca Juga:Mensos Apresiasi Lurah di DIY yang Serahkan Kembali Tanah Milik Kemensos
Meski demikian, untuk kegiatan internal terbatas seperti rapat dan uji kompetensi bagi para calon apoteker nantinya tetap akan dilakukan secara luring pada akhir November 2020. UAD tengah mengajujan ijin pada gugus tugas dan Pemda DIY serta PP Muhammadiyah untuk melaksanakan kebijakan tersebut.
"Kita akan otipmalkan untuk menjaga kampus jadi sehat bila ada luring terbatas dengan protokol yang amat ketat," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi