Jumlah OTG Capai 72 Persen, DIY Desak Kabupaten/Kota Buat Shelter

Berdasarkan hasil pemeriksaan 675 sampel dan 647 orang di laboratorium, muncul 41 kasus baru di DIY pada Kamis (17/9/2020).

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Kamis, 17 September 2020 | 18:44 WIB
Jumlah OTG Capai 72 Persen, DIY Desak Kabupaten/Kota Buat Shelter
Sekda DIY Baskara Aji berbicara pada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (17/9/2020) siang. - (SuaraJogja.id/Putu)

SuaraJogja.id - Pemda DIY mendesak bupati/wali kota untuk segera menambah shelter di masing-masing kabupaten/kota. Sebab, saat ini jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di proonsi ini makin banyak.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, jumlah OTG hingga Kamis (17/9/2020) mencapai lebih dari 72 persen dari total 1.943 kasus positif di DIY. Tren ini makin meningkat dari beberapa pekan lalu, yang belum mencapai 70 persen dari total kasus di DIY.

"Kita minta teman-teman di kabupaten karena sekarang ini kecenderungannya banyak kasus OTG, maka yang harus dipersiapkan adalah shelter untuk isolasi mandiri bagi yang tidak punya tempat di rumah," ungkap Sekda DIY Baskara Aji di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis siang.

Menurut Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY tersebut, Kota Jogja, yang sebelumnya belum memiliki shelter bagi OTG, akhirnya memilh rusunawa untuk menampung pasien OTG. Hal ini menyusul makin tingginya kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta sejak beberapa pekan terakhir hingga lebih dari 260 kasus.

Baca Juga:1 dari 13 Pasien Positif Covid-19 di Bantul Meninggal Tanpa Penyakit Bawaan

Apalagi, anggaran penanganan COVID-19 di kabupaten/kota saat ini juga masih cukup. Kalau di provinsi juga dibutuhkan, maka Pemda DIY pun akan menyiapkan shelter.

"Toh kita juga punya beberapa tempat untuk penginapan. Misal di badan diklat, sempu, atau badan diklat lain seperti sosial," ungkapnya.

Sementara, terkait rapid test massal yang dilakukan Pemda di lingkungan ASN, Aji menyebutkan ada beberapa ASN yang reakitf, tetapi setelah dilakukan tes swab hasilnya negatif.

Pemda akan terus melakukan rapid test massal untuk melakukan tracing atau penelusuran. Jika reaktif ,maka mereka langsung akan menjalani tes swab.

"Yang reaktif langsung swab, tapi sampai hari ini dari yang reaktif setelah swab, tidak ada yang positif [Covid-19]. Jumlahnya tidak sampai ratusan," ungkapnya.

Baca Juga:Mengintip dari Dekat Persiapan Hotel Yasmin untuk Pasien Covid-19

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY Berty Murtiningsub membenarkan peningkatan jumlah OTG di DIY. Sebanyak 72% kasus di DIY adalah kasus konfirmasi asimptomatik atau OTG.

"Kalau dari kasus aktif yang ada per 16 September 2020 kemarin ada 470 kasus," ujarnya.

Karena OTG, mereka tidak dirawat di rumah sakit rujukan, tetapi dirawat di rumah sakit lapangan, rumah sakit bukan rujukan COVID-19 lainnya yang ditunjuk oleh kabupaten/kota, serta di shelter.

"Ada juga beberapa yang isolasi mandiri dalam pengawasan puskesmas," imbuhnya.

DIY tambah 41 kasus baru Covid-19

Berdasarkan hasil pemeriksaan 675 sampel dan 647 orang di laboratorium, muncul 41 kasus baru di DIY pada Kamis (17/9/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak