Tunggu Tes DNA, Korban Mutilasi di Kalibata City Tiba 2 Hari Lagi di Sleman

"Katanya masih tes DNA. Jika tes DNA, menunggu dua hari dahulu."

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 17 September 2020 | 20:28 WIB
Tunggu Tes DNA, Korban Mutilasi di Kalibata City Tiba 2 Hari Lagi di Sleman
Suasana rumah duka almarhum Rinaldi Harley Wismanu di Dukuh Nologaten RT 2/RW 4, Caturtunggal, Depok Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Jenazah Rinaldi Harley Wismanu, korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, diprediksi tiba ke rumah duka di Dukuh Nologaten RT 2/RW 4, Caturtunggal, Depok Sleman, DIY dua hari ke depan.

Dukuh Nologaten Sulistyo Eko Narmono (45) menjelaskan bahwa ayah korban, Toto Raharjo, telah menuju Jakarta untuk mengurus jenazah anaknya.

"Pastinya saat Pak Toto berangkat ini, saya kurang paham kapan, yang jelas sudah ke Jakarta dan mengurus jenazah anak," terang Sulistyo, ditemui SuaraJogja.id di kediamannya, Kamis (17/9/2020).

Ia menuturkan bahwa saat ini pihak keluarga sedang menunggu hasil tes DNA jenazah korban.

Baca Juga:Jenazah Rinaldi Dipotong 11 Bagian, Dimasukkan ke Kantong Kresek

Ia menyebutkan, tes tersebut dilakukan selama dua hari.

"Katanya masih tes DNA. Jika tes DNA, menunggu dua hari dahulu. Yang jelas tidak hari ini diberangkatkan dari Jakarta ke Sleman," ujar dia.

Meski orang tua korban berangkat ke Jakarta, pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa saat keluarga almarhum tiba di Sleman.

Di tengah pandemi Covid-19 protokol keamanan dan pencegahan harus diterapkan.

"Tapi yang jelas kami sudah berkoordinasi dengan perangkat desa ketika mereka kembali ke sini. Karena di tengah pandemi Covid-19, nanti disiapkan ruang khusus [isolasi)]" kata dia.

Baca Juga:Korban Mutilasi di Kalibata City Warga Sleman, Orang Tua Jemput ke Jakarta

Ia melanjutkan, saat almarhum tiba di rumah duka, dirinya belum bisa memastikan apakah langsung dimakamkan atau tidak. Pihaknya juga sedang berusaha untuk mencegah kerumunan agar tak menimbulkan potensi penularan Covid-19.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak