Ada Pameran Sneakers dr Tirta di Jogja, Produk No Brands Ini Curi Perhatian

Founder Sole Vacation, Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta, menuturkan bahwa pagelaran ini telah diperketat dengan protokol pencegahan Covid-19.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Jum'at, 18 September 2020 | 11:23 WIB
Ada Pameran Sneakers dr Tirta di Jogja, Produk No Brands Ini Curi Perhatian
Sejumlah tenant memamerkan produk sepatu lokal di perhelatan Sole Vacation, Atrium Ambarrukmo Plaza, Sleman, DIY, Kamis (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

SuaraJogja.id - Pandemi Covid-19 tak dipungkiri menjadi momok yang membuat seluruh aspek kehidupan manusia terganggu, termasuk dari segi perekonomian. Tak terkecuali bagi UMKM, pandemi Covid-19 membuat mereka kewalahan.

Tak ayal, banyak orang yang tak kuasa menahan emosi bahkan mencaci maki hingga mengumpat virus corona penyebab penyakit Covid-19. Emosi amarah itu pun dijadikan sebuah inspirasi untuk menjual sepatu oleh seorang pemuda asal Tangerang.

Jenis sepatu 70s Sun atau model tahun 1970-an yang dipamerkan di Sole Vacation, Atrium Plaza Ambarrukmo (Amplaz) Jogja, menyertakan corona sebagai bahan umpatan. Di alas sepatu tersebut tertulis "Corona Jancok".

Seorang penjaga stan No Brands menunjukkan sepatu bertulis Corona Jancok saat event Sole Vacation di Atrium Ambarrukmo Plaza, Sleman, DIY, Kamis (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Seorang penjaga stan No Brands menunjukkan sepatu bertulis Corona Jancok saat event Sole Vacation di Atrium Ambarrukmo Plaza, Sleman, DIY, Kamis (17/9/2020). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

Adalah Edgar (26), pria yang baru saja membangun usaha sepatu dan kaus bernama No Brands ini sengaja menyematkan umpatan tersebut karena situasi pandemi yang terjadi saat ini.

Baca Juga:HUT Ke-75 PMI, Wagub DIY: Kulo Ndherek Saling Ingatkan Pencegahan Covid-19

SuaraJogja.id pun mendatangi stan No Brands di Atrium Amplaz. Namun, owner brand tersebut sedang tak di lokasi. Beberapa rekan Edgar pun menjelaskan bahwa konsep penyematan kata umpatan itu terinspirasi dari situasi pandemi saat ini.

"Istilahnya kita mau marah, tapi tidak tahu harus seperti apa. Jika menyalahkan corona, tidak kelihatan kan [corona]. Akhirnya dari situ muncul ide dan membuat tulisan itu di sepatu ini," jelas Refira, ditemui di Atrium Amplaz, Kamis (17/9/2020).

Ia menuturkan, memang konsep tersebut baru dikeluarkan satu bulan sebelumnya. Tepat Agustus 2020 lalu jenis sepatu tersebut diluncurkan.

"Saat Agustus lalu sudah diluncurkan. Kami juga menyematkan tulisan "We Fight for True Normal". Artinya, kami ingin mendobrak bahwa di kehidupan normal baru kita melawan keterpurukan, terutama di sisi ekonomi yang down," jelas dia.

Model sepatu tersebut hanya disematkan di satu jenis sepatu 70s Sun. Refira mengatakan, tidak menyematkan "Corona Jancok" ke jenis sepatu lain.

Baca Juga:Personalisasi Rumah Lewat Sakelar Bergambar Potret Diri, Tertarik?

"Sementara ini memang ditulis di jenis sepatu itu. Sengaja diletakkan di bawah sepatu sebagai bentuk perlawanan terhadap corona," terang dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak