Refly Harun: Ahok Cantolannya Penguasa, Erick Thohir Mana Berani Copot Dia

Refly Harun menantang nyali Erick Thohir untuk memperingatkan Ahok.

Rendy Adrikni Sadikin
Senin, 21 September 2020 | 09:49 WIB
Refly Harun: Ahok Cantolannya Penguasa, Erick Thohir Mana Berani Copot Dia
Refly Harun menyebut penumpang gelap dalam Pertamina. (YouTube/Refly Harun)

SuaraJogja.id - Meski Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membongkar sejumlah borok di PT Pertamina, Ahli Hukum dan Tata Negara Refly Harun mengatakan Menteri BUMN Erick Thohit tak akan berani memecatnya. Alasannya: Ahok dekat dengan pejabat negara.

Melalui video yang diunggah ke kanal Youtube miliknya berjudul 'Duel Ahok vs Erick Thohir', Refly Harun menyebut Erik Thohir melarang pejabat BUMN berkomentar masalah internal perusahaan. Jika hal itu dilakukan, imbuh Refly Harun, ancamannya: reshuffle.

“Karena Erick Thohir pernah mengatakan, dia tidak mau orang yang banyak komentar. Kalau mau komentar, ya di dalam, jangan ke luar. Nah masalahnya, sekarang ada Ahok yang komentar ke luar. Berani enggak Erick Thohir menggeser dia? Ah, pasti enggak akan berani,” ujar Refly Harun sambil terkekeh seperti dikutip Hops.id--jaringan Suara.com--, Senin (21/9/2020).

Refly Harun menantang nyali Erick Thohir untuk memperingatkan Ahok. Menurut Refly Harun, itulah kesulitan menggantungkan diri pada kekuasaan sehingga kerjanya tidak bisa profesional.

Baca Juga:Rangkaian HUT PT Pertamina Lubricants, Compac Dapatkan Pelatihan

“Saya sih manas-manasin saja, menantang. Apakah Erick Thohir berani memperingatkan Ahok? Gitu. Jadi, memang itulah susahnya kalau kita menggantungkan diri pada kekuasaan, sehingga kerja tak bisa profesional. Sejumlah jabatan didasarkan pada relasi kekuasaan,” sambungnya.

Refly menilai, sehebat apapun prestasi seorang pejabat di BUMN atau kementerian, sejauh mereka tak punya relasi dengan penguasa negara, maka rasa-rasanya percuma. Kenyataan itu telah terjadi sejak lama, dan entah bakal berakhir kapan.

“Kalau kita tidak nyantol kuat ke kekuasaan, ya nasibnya adalah tersingkir atau disingkirkan, tidak peduli apapun prestasi Anda. Ya itulah yang terjadi di BUMN kita. Coba dicek, dari semua pergantian tersebut, terutama direksi dan komisaris, kira-kira yang dipertahankan, siapa saja dan apa relasi kekuasaannya,” terangnya.

Refly Harun menambahkan, Ahok berani membongkar borok Pertamina lantaran dia punya kedekatan khusus dengan penguasa, yakni Presiden Jokowi. Berkat alasan itu pula, Refly menduga, Erick Thohir tak bakal berani mencopot jabatannya sebagai Komisaris Utama.

“Kalau cantolannya enggak kuat, maka dia (Ahok) mudah sekali disingkirkan, tapi kalau kuat aman-aman aja. Jadi saya menantang, Erick Thohir berani enggak peringatkan Ahok?”

Baca Juga:PT Pertamina Lubricants Berikan Bekal Pelatihan Compac

“Kita akan lihat siapa yang kuat. Bisa saja dua-duanya bertahan. Tetapi barangkali hubungan mereka sudah kurang harmonis. Sekarang, kuncinya tetap di Presiden Jokowi karena dua-duanya adalah orang-orang presiden,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak