Media Asing Soroti 'Hilangnya' Terawan saat Krisis Covid-19 di Indonesia

Asia Times juga menyoroti banyaknya pejabat Indonesia yang sudah terpapar Covid-19.

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus
Rabu, 23 September 2020 | 15:02 WIB
Media Asing Soroti 'Hilangnya' Terawan saat Krisis Covid-19 di Indonesia
Media asing sorot Menkes Terawan.[Asia Times]
Sejumlah petugas kesehatan Dinkes Boyolali sata melakukan tes usap terhadapa pedagang ternak di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali, Jateng, Selasa (8/9/2020). (Antara/Bambang Dwi Marwoto)
Sejumlah petugas kesehatan Dinkes Boyolali sata melakukan tes usap terhadapa pedagang ternak di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali, Jateng, Selasa (8/9/2020). (Antara/Bambang Dwi Marwoto)

Terlepas dari upaya bersama, sejauh ini para jurnalis tidak dapat menentukan dana apa yang telah disisihkan oleh pemerintah pusat untuk pengujian atau untuk menemukan gangguan keuangan lainnya yang dapat memberikan petunjuk di mana letak prioritas pengeluaran.

Lebih dari 87,5 triliun rupiah dialokasikan untuk perawatan kesehatan dalam paket stimulus 695,2 triliun yang diumumkan Juni lalu. Tahun depan, jika semua berjalan sesuai rencana, pemerintah akan memiliki beban tambahan untuk membayar vaksin bagi sekitar 93 juta orang Indonesia pada skala sosial yang lebih rendah.

Ahli epidemiologi mengatakan penting bagi pemerintah untuk mengubah strategi dan memfokuskan semua sumber dayanya pada pengujian di zona merah di sembilan provinsi yang bersama-sama telah berkontribusi pada 177.000 kasus di seluruh negeri.

Jakarta memimpin dengan 60.000 kasus dan 1.500 kematian, diikuti oleh Jawa Timur dengan 40.000 kasus positif Covid-19.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Menyurati Menteri Terawan, Pertegas Definisi Kematian

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak