alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Punggung Dibacok di Underpass Kentungan, Galih Dilarikan ke RS Sardjito

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Minggu, 27 September 2020 | 13:27 WIB

Punggung Dibacok di Underpass Kentungan, Galih Dilarikan ke RS Sardjito
Tangkapan layar korban penganiayaan jalanan saat ditangani petugas kesehatan di UGD RSUP Dr Sardjito - (Facebook/Pak Heru)

Banu menjelaskan, korban masuk ke rumah sakit pada Sabtu dini hari.

SuaraJogja.id - Aksi dugaan penganiayaan jalanan berupa pembacokan di wilayah Sleman kembali terjadi. Korban bernama Galih mengalami luka parah di bagian punggung hingga dilarikan ke RSUP Dr Sardjito.

Kejadian tersebut viral di Facebook. Akun pengunggah di grup Jogja Anti Kriminal, Pak Heru, menyebutkan bahwa peristiwa terjadi di Timur Underpass Jalan Kaliurang (Kentungan), Depok, Sleman.

"Terjadi dini hari [26/9/2020] sekitar pukul 02.00-03.00 WIB. Yang tahu kronologinya share di komentar. Keterangan tambahan terjadi di TKP Timur Jakal, nama korban: Galih," tulis Pak Heru.

Luka yang diderita korban cukup parah. Dalam foto unggahan tersebut terlihat punggung korban mengalami tiga luka sabetan yang cukup dalam. Korban lalu dilarikan ke RSUP Dr Sardjito.

Baca Juga: Diduga Rebutan Cewek, AM Dikeroyok Hingga Jadi Korban Bacok

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan membenarkan adanya pasien yang dirawat atas dugaan pembacokan tersebut.

"Memang benar di sini [RSUP Dr Sardjito] ada pasien yang luka karena pembacokan itu," ungkap Banu, dihubungi SuaraJogja.id, Minggu (27/9/2020).

Banu menjelaskan, korban masuk ke rumah sakit pada Sabtu dini hari. Hingga kini korban menjalani perawatan di gedung Cendana 2 kamar nomor 7.

"Masih dirawat untuk sementara ini," tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah mengaku belum mendapat informasi atas dugaan penganiayaan jalanan.

Baca Juga: Gegara Rebutan Perempuan, Seorang Pria di Jambi Tumbang Kena Bacok

"Hingga kini belum kami monitor. Saya koordinasikan kembali untuk dugaan kasus tersebut," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait