SuaraJogja.id - Sejumlah penerima manfaat (KPM) di Kapanewon Galur, memutuskan mundur dari Program Keluarga Harapan (PKH).
Keputusan itu diambil karena mereka merasa sudah mampu dan mandiri tanpa perlu mendapat bantuan program penanganan kemiskinan tersebut.
Tercatat ada sebanyak 72 KPM yang memutuskan untuk mundur dari Program Keluarga Harapan.
Kabar gembira itu pun dirayakan dalam acara bertajuk Apresiasi dan Penghargaan KPM PKH Graduasi Mandiri yang digelar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo di kantor Kapanewon Galur, Selasa (13/10/2020).
Baca Juga:Duit Habis, Kalurahan di Kulon Progo Tak Sanggup Biayai Shelter Covid-19
Dalam acara tersebut, Bupati Kulonprogo, Sutedjo secara simbolis memberikan piagam penghargaan kepada 25 perwakilan KPM.
"Selamat untuk para KPM yang sudah lulus, semoga di kemudian hari semakin sejahtera," kata Sutedjo dalam sambutannya di acara tersebut, Selasa pagi seperti dikutip dari Harianjogja.com.
Selain pemberian penghargaan, dalam kesempatan itu, salah satu KPM juga bercerita tentang kisah hidup keluarganya saat awal menjadi KPM hingga memutuskan mundur secara sukarela karena perekonomiannya sudah meningkat. Hal itu membuat Sutedjo merasa terharu dan salut dengan perjuangan KPM.
"Kami sangat terharu dan salut atas spirit para KPM karena berarti mereka punya semangat untuk mandiri dan maju. Hal itu sangatlah penting dimiliki setiap orang, karena jika hidup tanpa motivasi atau pencapaian, maka kita tidak bisa berkembang," ujarnya.
Mundur atau kelulusan para KPM itu lanjut Sutedjo merupakan bagian dari percepatan graduasi mandiri PKH. Dalam prosesnya, pemerintah melalui pendamping PKH melakukan berbagai pertemuan Kelompok PKH dalam rangka sosialisasi peningkatan kemampuan keluarga, dengan penyampaian materi yang sudah tertuang dalam modul P2K2 Kementerian Sosial RI.
Baca Juga:Muncul Klaster Arisan di Kulon Progo dan 4 Berita Terpopuler SuaraJogja
Modul itu berisi enam hal penting yang harus dimiliki KPM antara lain pemenuhan pendidikan, kesehatan dan gizi, ekonomi, perlindungan anak, Kesejahteraan Sosial lansia dan layanan disabilitas berat.
- 1
- 2