Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Riyan, Driver Ojol yang Jadi Dosen di Fakultas Peternakan UGM

Galih Priatmojo Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:06 WIB

Cerita Riyan, Driver Ojol yang Jadi Dosen di Fakultas Peternakan UGM
Riyan, driver ojol yang jadi dosen di Fakultas Peternakan UGM. [Dok. UGM]

Selain jadi ojol, Riyan juga membantu di Lab Fisiologi dan Reproduksi Ternak Fapet UGM.

SuaraJogja.id - Kunjungan ke Fakultas Peternakan UGM pada 2017 silam nyatanya membawa perubahan besar bagi Riyan Nugroho Aji.

Kedatangannya kala itu ke UGM menjadi langkah awal yang tak terduga hingga membuatnya menjadi dosen.

Riyan yang saat ini menjadi dosen di Fakultas Peternakan UGM bidang teknologi reproduksi ternak bercerita kunjungannya kala itu untuk sekadar bersilaturahmi sekaligus mengenalkan istrinya kepada para dosen yang telah membimbingnya semasa menempuh S2 Fakultas Peternakan UGM.

Kala itu, ia juga telah mendaftar untuk posisi dosen di salah satu universitas swasta di luar Jawa. Akan tetapi, sewaku bertemu dengan dosen pembimbing tesisnya, Riyan diberitahu bahwa ada rekrutmen terbuka untuk posisi dosen di Fakultas Peternakan UGM.

Riyan tidak lantas menerima langsung tawaran tersebut karena mempertimbangkan beberapa hal.

“Saya datang ke Jogja kala itu tidak ada niatan untuk mendaftar. Namun, karena persyaratannya kurang lebih serupa dan didukung oleh dosen akhirnya saya menerima tawaran tersebut, walau tidak berharap banyak kala itu,” ujarnya.

Setelah mengobrol dengan sang istri, Riyan akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut. Lalu, keduanya pun pulang ke Jember, rumah orang tua Riyan berdomisili. Tidak lama berselang, Riyan mendapat pengumuman dari kedua kampus tadi bahwa ia lolos tes berikutnya.

Pada momen tersebut, Riyan kembali bimbang. Seandainya ia menerima tawaran tersebut dan lolos tahapan selanjutnya, maka sebagai konsekuensi, dirinya harus mencari tempat tinggal serta pekerjaan sembari proses seleksi usai.

“Apalagi saya ingat betul waktu itu tabungan kami hanya tersisa Rp2,5 juta. Sementara saya belum tahu berapa lama proses seleksi akan berlangsung. Itupun seandainya saya diterima,” kenangnya.

Akhirnya, Riyan mengambil keputusan berani dengan melanjutkan proses seleksi dosen di UGM. Dengan bermodal Rp2,5 juta, ia bersama sang istri yang mulai membesar perutnya berangkat ke Jogja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait