Setelah paham, seseorang tidak boleh segan begitu saja, harus beraksi atau melaksanakan dan mempraktikannya dengan tekun. Lalu baru didukung oleh tindakan yang senantiasa mengkontrol untuk menjaga kualitas produk tersebut. Hal tersebut sebagai jaminan kepada pelanggannya bahwa memang kualitas dari hasil produk tersebut memang baik.
"Jangan membuat yang bisa kamu buat sendiri, tapi buatlah suatu produk yang bisa dijual. Kalau gawe waton gawe tapi tidak bisa dijual, dimakan atau diapa-apakan ya percuma. Makanya buatlah sesuatu yang bisa pertanggungjawabkan manfaatnya," tegasnya.
Apalagi, kata Mbah Lasiyo, sekarang zaman sudah maju dan orang bisa dengan mudah melakukan promosi untuk produknya. Namun yang perlu diperhatikan adalah SOP setiap kegiatan dalam produksi hingga pemasaran pun terlaksana dengan baik.
Melejit Pasca Gempa 2006
Baca Juga:Sempat Muntah-Muntah, Warga Bantul Ditemukan Meninggal di Penginapan
Mbah Lasiyo sendiri sudah mulai menanam pohon pisang sejak 1996 silam tapi itu hanya sekadar menanam dengan skala keluarga saja. Baru mulai berkembang melebarkan sayapnya ketika pasca gempa hebat yang meluluh lantakkan Yogyakarta pada 2006 silam.
"Kalau mau dilihat sejarahnya panjang sekali tapi memang mulai bangkit dan berkembang tahun 2006 itu," katanya.
Seiring berjalannya waktu, usaha dan ketekunan Mbah Lasiyo terbayarkan dengan kemajuan yang pesat. Hingga saat ini saja terhitung sudah ada 30 varietas pisang yang ia tanam.
Kendati begitu memang diakuinya tidak semua varietas itu dimanfaatkan untuk budidaya. Hanya enam sampai delapan saja varietas pisang yang laku di pasaran, di antaranya Raja Bagus, Raja Bulu, Ambon Kuning, Ambon Lumut, Kojo Kepok Kuning dan Kojo Kepok Putih.
Dari beberapa varietas tadi, sampai sekarang raja bagus masih menjadi salah satu varietas pisang unggulan yang digemari masyarakat. Selain rasanya yang manis dan daging buahnya yang cukup besar, harganya pun cukup menggiurkan untuk dijual.
Baca Juga:Dana Hibah Balik ke Pemkab Bantul, Geplak Gelar Doa Bersama di Parangkusumo
Satu tandan pisang raja bagus saja bisa dihargai mulai dari Rp.200 ribu hingga Rp 500 ribu. Harga itu tergantung kebutuhan sang pembeli. Meski harga buahnya cukup tinggi tapi, Mbah Lasiyo tetap menjual semua bibit varietas pisangnya dengan harga Rp. 13 ribu saja.