Tak Melulu Isu Berat, SKM Bulaksumur Buktikan Pers Kampus juga Bisa Membumi

SKM UGM Bulaksumur memutuskan berpisah dari induknya demi mempertahankan ideologi untuk menyajikan informasi yang ringan dan dekat dengan mahasiswa.

Dany Garjito | Farah Nabilla
Jum'at, 30 Oktober 2020 | 13:33 WIB
Tak Melulu Isu Berat, SKM Bulaksumur Buktikan Pers Kampus juga Bisa Membumi
SKM UGM Bulaksumur. (Dok. SKM Bulaksumur UGM)

SuaraJogja.id - "Lho kok malah hujan. Pindah belakang aja, Mbak," kata seorang pria berkacamata yang kemudian mengajak saya masuk ke sebuah halaman belakang sebuah gedung.

Gedung itu tak bisa dibilang baru. Temboknya tampak beberapa kali berganti cat, beberapa bagiannya mengelupas. Sebuah pohon besar yang tumbuh tepat di pintu masuk bangunan itu membuat suasana tampak redup, tapi sejuk.

Akar-akar yang mencuat dari pohon itu sampai merusak semen yang harusnya dibuat sebagai jalan setapak. Ada dua plang nama yang terpampang di bangunan itu: Balairung dan Bulaksumur.

Dua nama yang sama-sama dikenal para mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai lembaga pers kampus.

Baca Juga:Jokowi Dorong UGM Cari Solusi Konsep Pertanian dan Industrialisasi

Saya diajak masuk melewati sebuah pintu belakang menuju ke sebuah halaman tertutup asbes.

Dua buah tikar besar sudah digelar di sana. Tampaknya sudah lama digelar agar mahasiswa tinggal lepas sepatu dan merebahkan diri di sana.

"Ini tempatnya emang dibagi dua sama punya Balairung, Mbak," kata pria berkacamata tadi.

Rafie Mohammad sudah sejak semester pertama menekuni dunia jurnalistik kampus sebagai awak media Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur Pos.

"Sudah jatahnya dari kampus," imbuh dia.

Baca Juga:Mahasiswa UGM Dituduh Provokator Ricuh di DPRD DIY, Ini Respon Kagama UGM

Satu bangunan itu memang terbagi menjadi dua. Lebih mirip seperti denah rumah yang kemudian diubah menjadi sebuah markas atau sekretariat pers kampus.

Rafie yang kini bertindak sebagai pemimpin umum SKM Bulaksumur mengaku lembaga pers yang dibawahinya sering membuat para mahasiswa baru bingung.

"Banyak tuh yang nanya, 'apa sih bedanya Bulaksumur sama Balairung?'" kata Rafie menirukan pertanyaan yang setiap tahun ajaran baru banyak terlontar.

Pertanyaan itu tak dijawab Rafie secara teoritis, ia hanya membandingkan perbedaan produk-produk yang dibuat SKM Bulaksumur dan Balairung. Secara organisasi, mereka sama-sama sebuah UKM di bidang pers mahasiswa.

"Prinsip kita cuma ada tiga; populis, edukatif, sama interaktif. Jadi produk kita cenderung ke konten dengan topik yang dekat dan ringan bagi mahasiswa," kata Rafie.

Lantaran sering disalahpahami sebagai bagian dari Balairung, Rafie lantas menceritakan bahwa Bulaksumur awalnya memang merupakan bagian dari Balairung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak