Hal itu terlihat dari beberapa bagian lantai pendopo depan yang rusak ditelan abrasi dan ombak besar.
“Sudah jadi risiko karena memang warung kami ada di pinggir pantai. Kami terima saja," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Mina Bahari Pantai Depok Sutarlan menuturkan, setidaknya tercatat ada 10 warung yang ikut terdampak abrasi kali ini.
Namun, memang pihaknya mengakui, warung makan tersebut tetap buka seperti biasa.
Baca Juga:Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Nyi Roro Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul
"Mereka sudah paham dan memang sudah menjadi risiko mereka. Saya lihat mereka juga tidak ada masalah, dan tetap membuka warung,” ujar Sutarlan.