Bus TransJogja Kecelakaan di Sleman, Mobil Partai yang Jadi Lawan Disoroti

Terlihat bagian depan bus menghantam bagian samping belakang mobil partai berwarna merah tersebut.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Selasa, 03 November 2020 | 12:35 WIB
Bus TransJogja Kecelakaan di Sleman, Mobil Partai yang Jadi Lawan Disoroti
Kondisi kecelakaan Trans Jogja dan mobil partai (Instagram/@merapi_uncover)
Kondisi kecelakaan Trans Jogja dan mobil partai (Instagram/@merapi_uncover)
Kondisi kecelakaan Trans Jogja dan mobil partai (Instagram/@merapi_uncover)

Lihat kondisi Bus Trans Jogja DI SINI.

"Iki mobil knalpot e racing ra? Soale aku tau nemu mobil koyo kui, yo persis ono stiker partai nyetir e ugal-ugalan. Tur aku ya ra reti, kae tenan mobil e po ora, aku ra menuduh mung takon (Ini mobil knalpotnya racung bukan? Soalnya aku pernah lihat mobil seperti itu, ya sama ada stiker partai menyetri ugal-ugalan. Tapi aku juga tidak tahu, itu benar mobilnya , aku tidak menuduh hanya bertanya-red)," tulis akun @rayhan_maul.

"Bus gratis nabrak mobil paslon bupati," komentar akun @ihwan.nk.

"Kui mobil partai seng blombongan dudu yo seng nak numpak di bleyer-bleyer? Nak hoo apik lah. #bukan niat menjelekkan partainya cuman kok ya kalau benar mobil partai blombongan gak wangun blas dan untuk driver tj kayake jeda perbis kerapetan dan halte pun belum ada mundak gawe macet Jakal menurutku. Hanya masukan saja kalau udah sore kayakenya kok pada terburu-buru tj-nya (Itu mobil partai yang blombongan bukan ya yang kalau naik di bleyer-bleyer? Kalau iya baguslah. #bukan niat menjelekkan partainya cuman kok ya kalau benar mobil partai blombongan gak pantas sama sekali dan untuk driver tj sepertinya jeda antar bis terlalu rapat dan halte pun belum ada nambah macet di Jakal menurutku-red)," tanggapan akun @obiezulianto.

Baca Juga:Libur Panjang di Jogja, Turis Padati Destinasi Wisata Alam

Sementara akun @indrahanantyo mengatakan, "Terlepas dari siapa yang salah, saya kira Trans Jogja jika menggunakan double ban terlalu besar, mungkin pakai engkel lebih pas dengan ukuran jalan. Seperti di Semarang yang menggunakan engkel untuk feeder."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak