Diperkirakan, barak yang ada cukup digunakan untuk menampung pengungsi. Mengingat berdasarkan skenario yang ada, jumlah pengungsi tidak terlalu banyak.
Terlebih lagi dari pendataan yang dilakukan, banyak warga terdampak erupsi Merapi sudah memiliki huntap maupun rumah kerabat untuk berlindung. Bila sewaktu-waktu mereka membutuhkan lokasi mengungsi.
Ada tiga dusun yang dinyatakan berbahaya untuk tetap ditinggali, yaitu Kalitengah Lor, Kaliadem dan Pelemsari. Nantinya, ada total 160 orang berasal dari kelompok rentan yang akan diungsikan ke Barak Gayam (Umbulharjo).
Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan, pihak Kapanewon sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana kesiapsiagaan bencana Argomulyo, terutama terkait kesiapan barak Gayam.
Baca Juga:Bus TransJogja Kecelakaan di Sleman, Mobil Partai yang Jadi Lawan Disoroti
Pihak kapanewon juga sekaligus meminta partisipasi warga di sekitar barak pengungsian.
"Kalau dari rekontijensi, nantinya warga rentan dari Kalitengah Lor itu mengungsi di barak Gayam. Sedangkan di kawasan terdampak dalam Umbulharjo dan Kepuharjo sudah tidak ada warga," ujarnya.
Hanya saja ia mengakui, bila sejumlah warga biasanya ingin mengungsi ke barak yang lokasinya dekat dengan Balai Kalurahan Glagaharjo. Ternak juga akan diungsikan di lapangan tak jauh dari sana.
Balai Kalurahan Glagaharjo mulai besok, juga akan disiapkan sebagai lokasi pengungsian.
"Yang akan diungsikan lebih dahulu adalah kelompok rentan. Kapan mengungsi, kami menunggu komando Pemkab Sleman," ucapnya.
Baca Juga:Soal Kompetisi, PSS Sleman Desak PSSI dan PT LIB Segera Gelar Pertemuan
Kontributor : Uli Febriarni