facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

129 Santri di Bantul Terinfeksi, Kasus COVID-19 DIY Tembus 4.140

Galih Priatmojo Jum'at, 06 November 2020 | 06:10 WIB

129 Santri di Bantul Terinfeksi, Kasus COVID-19 DIY Tembus 4.140
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Tambahan kasus Covid-19 di DIY merupakan lanjutan hasil skrining, ini hasil tracingnya di bantul

SuaraJogja.id -  Penambahan kasus COVID-19 yang signfikan kembali terjadi. Kali ini ada tambahan 168 kasus baru dari hasil pemeriksaan  805 sampel dan 690 orang, Kamis (05/11/2020).

Sebanyak 168 kasus baru ini terbanyak dari kasus-kasus di DIY sebelumnya. Sebanyak 139 diantaranya muncul dari Bantul.  Dari 139 kasus tersebut, sebanyak 129 kasus muncul dari pondok pesantren (ponpes) di Sewon.

"Kasus dari lanjutan hasil skrining, ini hasil tracingnya [di bantul]," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih saat dikonfirmasi, Kamis Sore.

Selain 139 kasus baru di Bantul, Sleman mencatatkan 16 kasus baru. Kota Jogja dengan 10 kasus, Kulon Progo 2 kasus dan Gunung Kidul 1 kasus baru.

Baca Juga: Solo Tak Memadai, Kemenag Minta DIY Bangun Embarkasi Haji di YIA

Distribusi kasus berdasarkan riwayat  paling banyak dari tracing kontak sebelumnya yang mencapai 150 kasus. Pemeriksaan mandiri 4 kasus, skrining karyawan 1 kasus dan perjalanan dari luar daerah 1 kasus.

"Sebanyak 12 kasus lain masih dalam penelusuran," ujarnya.

Sementara Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengungkapkan penambahan kasus yang cukup tinggi di Bantul dari hasil tracing tempat pendidikan. Namun kondisi kesehatan mereka saat ini  cukup baik.

"Penanganan sudah dilakukan dengan koordinasikan kerjasama antara dinas kesehatan, puskesmas, pihak institusi pendidikan dan pemerintah desa," ungkapnya.

Secara terpisah Sekda DIY, Baskara Aji mengungkapkan tingginya kasus tersebut sebagai bentuk peringatan untuk berhati-hati agar tidak tertular atau menulari COVID-19.

Baca Juga: Kenaikan UMP DIY 2021 Tak Penuhi KHL, Puluhan Buruh Topo Pepe di Titik Nol

"Angka [penambahan]168 kasus ini paling tinggi yang terjadi di yogyakarta. Saya kira perlu ingatkan para pengelola lembaga yang mengumpulkan banyak orang seperti ponpes dan bidang pendidikan yang sudah mulai beraktivitas perlu berhati-hati supaya tidak terjadi penularan," ungkapnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait