facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

44 Relawan Rapid Test di Barak Pengungsian Glagaharjo, 1 Orang Reaktif

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Senin, 09 November 2020 | 17:27 WIB

44 Relawan Rapid Test di Barak Pengungsian Glagaharjo, 1 Orang Reaktif
Beberapa relawan dari luar daerah menjalani rapid tes di barak pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Senin (9/11/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Relawan yang telah dinyatakan reaktif dalam rapid test kali ini akan langsung mengikuti swab test.

SuaraJogja.id - Sebanyak 44 relawan yang akan bertugas di barak pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman mengikuti rapid test pada Senin (9/11/2020). Hasilnya, satu dari 44 orang relawan tersebut dinyatakan reaktif.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman Shavitri Nurmala, atau yang kerap disapa Evie, kepada awak media. Hasilnya diketahui setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sleman.

"Relawan yang ikut rapid tes ada 44 orang, sedangkan yang reaktif 1 orang, tapi hanya Immunoglobulin G (IgG) saja," ujar Evie.

Evie mengatakan, relawan yang telah dinyatakan reaktif dalam rapid test kali ini akan langsung mengikuti swab test. Rencananya, swab test kepada relawan yang bersangkutan sendiri akan dilakukan esok hari.

Baca Juga: Banyak dari Luar Daerah, Relawan Pengungsian Glagaharjo Jalani Rapid Test

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sleman Novita Krisnaeni menuturkan, relawan di barak Glagaharjo yang menjalani rapid test itu kebanyakan berasal dari luar daerah. Rapid test dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama relawan bertugas di barak pengungsian.

"Memang targetnya relawan karena kebanyakan dari luar daerah. Sebagai upaya pencegahan, agar saat tujuan baiknya untuk membantu bisa dilakukan secara maksimal dan tetap aman bagi semua pihak," ujar Novita.

Novita menjelaskan, jika nanti ada temuan relawan yang dinyatakan reaktif setelah hasil rapid test keluar, maka akan segera dilakukan tindakan lanjutan. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan melalui swab test.

Selain itu, relawan yang dinyatakan reaktif akan langsung dilakukan isolasi. Hal itu guna meminimalisir kontak dengan orang lain yang juga berpotensi melakukan penularan atau tertular.

Senada, Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengatakan, relawan yang akan bertugas di barak pengungsian di Balai Kalurahan Glagaharjo wajib menjalani rapid test terlebih dahulu. Data relawan itu sudah terlebih dahulu dikumpulkan di Posko Pakem untuk mengidentifikasi keahlian masing-masing sebelum diterjunkan ke lokasi.

Baca Juga: dr Muhamad Fajri Adda'i: Adaptasi Pola Hidup, Kunci Hadapi Pandemi Ini

"Kami tampung dulu setiap relawan di Posko Pakem. Kalau memang di lapangan belum terlalu mendesak kebutuhannya makan para relawa tetap akan stand by saja," ucap Joko.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait