Terkesan bukan menjadi urusan penting bagi orang lain, namun begitu kedua ibu muda itu memiliki pandangan berbeda dengan orang yang memiliki gangguan kejiwaan.
ODGJ adalah manusia. Bahkan di mata Tuhan, kedudukannya pun sama. Bukan berarti ODGJ harus diberi perlakuan semena-mena lantaran ketidaknormalan yang dia miliki.
"Jadi bukan karena dia ODGJ, lalu kita jauhi, tapi harus kita dekati. Jangan sampai orang seperti ini terlantar. Memang tidak semua orang memiliki pikiran yang sama seperti kami. Namun yang terpenting, orang-orang ini adalah manusia yang perlu mendapat pertolongan," terang Sujiyanti.
Membantu sesama adalah rasa kemanusiaan yang sudah melekat di hati Arie. Kerelaan hati memang tak dimiliki semua orang. Namun bagi Arie, hal ini sudah menjadi sebuah panggilan hati untuk membantu sesama manusia.
Baca Juga:Talut di Jalan Srandakan Ambrol, Hampir Sepekan Tak Diperbaiki