Namun, komunikasi dengan pihak keluarga mulai tersendat. Pihak keluarga berjanji untuk segera menjemput Wike. Namun sampai saat ini tak ada realisasinya.
"Kami kurang paham mengapa mereka tidak segera menjemput Wike. Hampir 4 bulan dia terlantar dan tak ada yang mengurus wanita ini," ujar dia.
Pupus harapan untuk mempertemukan Wike kepada keluarganya, Arie tak tinggal diam. Rasa untuk saling membantu manusia tumbuh bulat hingga dirinya rela mencari tempat tinggal Wike.
"Awalnya kami pikir dia bisa tinggal di indekos. Tapi apakah lingkungannya nanti menerima atau tidak, itu menjadi kekhawatiran kami. Akhirnya kami konsultasi dan sementara, Wike tetap tinggal di bawah pohon. Saya jelas tidak tega. Apalagi saat ini musim hujan," ujar Arie yang juga memiliki usaha properti ini.
Baca Juga:Talut di Jalan Srandakan Ambrol, Hampir Sepekan Tak Diperbaiki
ODGJ juga Manusia Ciptaan Tuhan
Semangat untuk memanusiakan-manusia tak surut di hati Arie. Dia kembali berkonsultasi dan akhirnya menemukan sebuah pondok pesantren di Gunungkidul yang bisa menampung ODGJ seperti Wike.
Namun begitu, syarat utama Wike harus memiliki surat hasil rapid tes yang menyatakan dia bebas Covid-19. Kendati demikian membujuk Wike untuk mendatangi puskesmas atau tempat rapid tes tidaklah mudah.
"Tentu dia tidak nyaman ketika bertemu banyak orang. Kami harus mencoba membujuk dia untuk mau diajak ke tempat yang lebih layak. Bayangkan tiap harinya dia harus tidur di bawah pohon. Ketika hujan lebat, kadang saya kepikiran terus dengan keadaannya," kata dia.
Menampung Wike di rumahnya tidak akan mudah. Lingkungan tetangga Arie belum tentu setuju dengan kehadiran Wike.
Baca Juga:Warga Keluhkan Jalan Srandakan Minim Penerangan, Ini Kata Dishub Bantul
Suji dan Arie menargetkan agar wanita asal Brebes ini bisa masuk ke Ponpes yang ada di Gunungkidul. Hal itu semata untuk memberi tempat layak untuk Wike.