Tak ada yang tahu sejak kapan Wike tinggal di sana. Namun pada Agustus 2020 lalu, ketika Sujiyati bersama Komunitas Katumadupai Bantul berkeliling memberi nasi gratis, dirinya bertemu langsung dengan Wike.
"Mulai Agustus lalu, kami sudah bertemu Wike. Awalnya dia galak, diberi makanan suka teriak-teriak, namun tetap dia terima. Saya sendiri menduga dia masih belum nyaman. Nah karena saya sering melintas dan melihat dia hidup di bawah pohon itu jadi kasihan. Tiap hari saya berikan makanan," ujar Suji.
Keakraban Sujiyati dan Arie bersama Wike tak serta merta terjadi. Butuh waktu lama dua ibu muda itu diterima di pusaran kehidupan Wike yang tidak sama seperti orang normal pada umumnya.
Awal pertama bertemu keduanya kerap mendapat tanggapan yang kurang menyenangkan. Kedua dan ketiga kalinya masih sama.
Baca Juga:Talut di Jalan Srandakan Ambrol, Hampir Sepekan Tak Diperbaiki
Hal itu tak menyurutkan hati Suji dan Arie untuk bisa berkomunikasi dengan Wike. Lambat laun, wanita ODGJ tersebut mulai melunak, Wike mulai bisa berbincang dan menanggapi pertanyaan Sujiyati dan juga Arie yang dilontarkan.
"Berbicara dengan orang tersebut tentu tak mudah. Saya menanyakan datang dari mana?, dia menyebut dirampok. Iya awalnya saya mendengar dia korban perampokan. Tapi dia menyebut lagi Bumiayu, sehingga saya baru sadar jika dia berbicara Sirampog, sebuah kecamatan yang ada di Brebes, Jawa Tengah," katanya.
Mulai dari petunjuk tersebut, Sujiyati membuat unggahan tentang ODGJ bernama Wike yang berasal dari Sirampog, Brebes, Jawa Tengah di grup media sosial. Hasilnya, banyak yang membalas dan memberi petunjuk lain.
Dua bulan Suji dan Arie datang dan memberi makan kepada Wike, sembari mencari informasi tentang keluarga ODGJ ini. Hingga akhirnya unggahan Suji mendapat tanggapan dari salah satu akun yang mengaku sebagai tetangganya.
"Akhirnya ada tetangga Wike yang menanggapi postingan yang kerap saya unggah. Wike bukanlah nama aslinya, melainkan Kasirah. Tapi kami sudah mengenal namanya sebagai Wike. Ia sudah 15 tahun hilang dan pergi dari rumahnya. Saya minta untuk dihubungkan dengan keluarga dia dan dapat nomornya. Setelah itu saya berkomunikasi dengan keluarga Wike," ujar Suji.
Baca Juga:Warga Keluhkan Jalan Srandakan Minim Penerangan, Ini Kata Dishub Bantul
Pertama dihubungi respon keluarga Wike cukup baik. Suji dan Arie berusaha agar Wike bisa bertemu keluarganya yang ada di Brebes.