"Harusnya ada dialog di sini. Tapi justru tidak ada yang mewujudkan hal itu. Jadi kami menggugat dan menolak dengan langsung membuat surat serta dikirim ke Gubernur untuk ditembuskan juga ke Dinas Perhubungan, Wali Kota dan lain sebagainya," ujarnya.
Ditegaskan Sudarmo, aksi penyampaian aspirasi oleh masyarakat Ngampilan ini adalah aksi damai. Pihaknya hanya minta untuk pihak-pihak terkait bisa lebih memperhatikan warganya.
Sudarmo memperkirakan setidaknya ada 200 lebih usaha yang dibuka oleh warga di sepanjang Jalan Letjen Suprapto. Dari jumlah itu hampir semuanya terdampak dan mengeluhkan hal serupa.
Dalam aksi ini masyarakat meminta agar pihak terkait bisa segera memberlakukan jalur dua arah lagi di sepanjang Jalan Letjen Suprapto. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin pedagang bakal gulung tikar.
Baca Juga:Mau Kulineran dengan View Bromo? Silakan Mampir ke Penjual Bakso Ini
"Hampir semua dirugikan. Ada kelompok bakpia pun ikut engeluh. Kalau ini dibiarkan tentu pengusahan akan gulung tikar. Mereka sambat," imbuhnya.
Sementara itu salah seorang pedagang angkringan yang tetap berjualan di kawasan Jalan Letjen Suprapto, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku pemberlakuan satu arah memang terasa. Namun kalau ingin dibandingkan dengan sebelumnya masih belum terlalu besar.
"Ya ada turun tapi cenderung biasa-biasa saja tapi saya mendukung aksi ini kok," ucapnya.
Menurutnya salah satu yang paling dirasakan adalah perjalanan yang menjadi lebih jauh jika hendak ingin ke tempat lain. Sebab memang beberapa ruas jalan diganti aturannya, ada yang searah dan ada yang ditutup pula.
Baca Juga:Lolos dari Pandemi Bu Ning Kena Uppercut Merapi, Susah Cari Duit Rp100 Ribu