alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jalan Satu Arah Letjen Suprapto Diprotes, Kadishub: Hanya Perlu Penyesuaian

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Minggu, 22 November 2020 | 18:36 WIB

Jalan Satu Arah Letjen Suprapto Diprotes, Kadishub: Hanya Perlu Penyesuaian
Warga Ngampilan menggelar aksi turun ke jalan untuk menolak pemberlakuan jalan satu arah di Jalan Letjen Suprapto, Kamis (19/11/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

"Kalau dijadikan satu arah malah jadi cenderung lebih ramai, aktivitas ekonomi juga makin terbangun," ucapnya.

SuaraJogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan menilai, penerapan jalan satu arah di Jalan Letjen Suprapto tidak akan berdampak buruk bagi warga setempat. Masyarakat hanya butuh beradaptasi saja dengan aturan baru tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan bahwa sejauh ini justru penerapan jalan satu arah itu membuat lalu lintas menjadi lebih lancar. Sedangkan mengenai tuntutan masyarakat setempat itu, menurutnya, secara psikoligis hanya perlu waktu saja untuk penyesuaian lebih lanjut.

"Penerapan satu arah ini juga tidak akan membuat ekonomi mati begitu saja. Masyarakat hanya butuh penyesuaian," kata Agus kepada awak media, Minggu (22/11/2020).

Agus juga menyebutkan bahwa penerapan rekayasa atau perubahan sistem lalu lintas menjadi satu arah di kawasan Yogyakarta ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, sudah ada Jalan Prof Yohanes dan Jalan C Simanjuntak yang dibuat serupa.

Dari contoh itu disebutkan bahwa perkembangan ekonomi warga sekitar tidak lantas mati begitu saja. Justru malah saat kondisi macet bukan tidak mungkin ekonomi akan itu seret akibat dari ketidakmauan masyarakat lewat jalan macet tersebut.

"Kalau dijadikan satu arah malah jadi cenderung lebih ramai, aktivitas ekonomi juga makin terbangun," ucapnya.

Disampaikan Agus, pemberlakuan jalan satu arah di Letjen Suprapto tersebut guna mendukung kawasan semi-pedestrian Malioboro. Dengan menjadikan satu arah, harapannya, kepadatan dan sirkulasi lalu lintas di kawasan Malioboro makin lebih lancar.

Terkait dengan aturan jalan satu arah, menurut Agus, itu dilakukan agar dapat mengatur lalu lintas pengendara supaya tidak menumpuk di satu titik saja. Dari jalur satu arah itulah pengendara mulai didistribusikan untuk menempuh jalur lain.

"Sadar atau tidak sistem satu arah juga turut menambah kapasitas dan panjang jalan, yang tadinya sumbu traffic menjadi konflik crossing sekarang kan tidak," sebutnya.

Hal itu juga dianggap sebagai solusi atas belum adanya kemungkinan untuk melakukan pelebaran jalan di Kota Yogyakarta dalam waktu dekat, sehingga salah satu antisipasinya dengan menjadikan beberapa titik menjadi satu arah agar dapat menambah kapasitas dan panjang jalan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait