"Jadi biarkanlah politik itu serahkan kepada memang yang hak, yaitu partai-partai politik dalam struktur formal kenegaraan dan kelompok-kelompok sipil," terang Refly.
Ia berharap agar sindiran yang dilakukan oleh mantan pasangan kepala daerah Sandiaga Uno itu hanyalah sindiran. Bukan merupakan kenyataan matinya demokrasi di Indonesia, Refly juga berharap agar semua berjalan dengan baik. Tidak matinya demokrasi menjadi jalan untuk calon presiden periode selanjutnya untuk bertanding secara lebih adil.
Sejak diunggah pada Senin (23/11/2020), video berdurasi 16 menit itu sudah ditonton lebih dari 28 ribu kali.
Ada seribu lebih pengguna YouTube yang menekan tanda suka dan ratusan lainnya meninggalkan komentar.
Baca Juga:Anies Unggah Baca Buku 'How Democracies Die', Akademisi USU: Gimik Politik
Beberapa di antaranya justru menyerukan keberpihakan untuk memilih Anies sebagai calon presiden berikutnya.