Disampaikan Gus Miftah bahwa banyak juga orang yang masih mempertanyakan tentang eksisnya lokalisasi sarkem setelah pengajian. Beberapa pihak menyebut seharusnya lokalisasi itu sudah tutup kalau memang sudah dilakukan pengajian seperti itu.
"Ada yang menayakan tentang kalau sudah ngaji di sarkem puluhan tahun kenapa kok sarkem masih buka? Pertanyaannya saya apa hubungannya Gus Miftah dengan nutup sarkem? Saya bukan pemerintah, saya bukan wali kota, di sini saya sekadar menyampikan apa yang saya bisa, itu saja," tegasnya.
Terkait masih banyaknya orang yang berkecimpung di dalamnya, kata Gus Miftah itu adalah hukum dunia malam. Jadi memang ada yang kemudian keluar tapi juga ada yang kembali masuk. Ada yang sudah sejak awal ikut tapi orang baru pun masih tetap ada.
"Kalau tidak tahu sesungguhnya, doakan saja, kalau menjelek-jelekkan tidak akan membuat mereka lebih baik. Tetapi kalau didoakan bisa jadi doa itu menjadi wasilah bagi mereka," tandasnya.
Baca Juga:Kembali Sindir Gus Miftah, Ustaz Maaher Bawa-bawa soal Ereksi
Perlu diketahui sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial mengenai Soni Eranata, atau yang lebih dikenal dengan nama Ustaz Maaher At Thuwailibi, yang menyebut Gus Miftah sebagai seorang ulama pecinta wanita malam. Hal tersebut disampaikan lantaran melihat dakwah Gus Miftah yang kerap dilakukan di lokalisasi dan tempat hiburan malam.