alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pandemi Covid-19, Dinkes Sleman Tetap Maksimalkan Posyandu untuk Balita

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Rabu, 02 Desember 2020 | 15:05 WIB

Pandemi Covid-19, Dinkes Sleman Tetap Maksimalkan Posyandu untuk Balita
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman Wisnu Murti Yani - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Wisnu menjelaskan, ada kemungkinan lain mengapa saat ini pemantauan tidak bisa dilakukan kepada semua balita sama seperti sebelumnya.

SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus melakukan pemantauan kepada balita yang berada di wilayahnya selama pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan dibukanya kembali pos pelayanan terpadu (posyandu) sejak Juni lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman Wisnu Murti Yani mengatakan, saat ini jumlah balita yang berdomisili di Kabupaten Sleman perkirakan mencapai 58.000 anak. Namun, terhitung hingga bulan November kemarin, pemantauan baru bisa dilakukan kepada sekitar 55.000 anak saja.

"Salah satu masalahnya adalah masih ada balita yang tidak tetap. Jadi misalnya balita tersebut lahir di sini dan sudah terlanjur tercatat di data sebagai balita kita tapi ternyata justru dibawa ke daerah lain tempat orang tua aslinya," kata Wisnu saat ditemui SuaraJogja.id, Rabu (2/11/2020).

Dijelaskan Wisnu, ada kemungkinan lain mengapa saat ini pemantauan tidak bisa dilakukan kepada semua balita sama seperti sebelumnya. Hal itu diakibatkan masih banyaknya balita yang tidak boleh dibawa ke posyandu oleh orang tuanya.

Baca Juga: Kasus COVID-19 di DIY Tembus 6.073, Sleman Catat Kasus Terbanyak

Sebenarnya, pihaknya selalu memperhatikan dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dalam pelayanannya, tetapi memang ketakutan dari beberapa orangtua masih saja sering ditemui.

"Protap tentu sudah kita cukupi mulai dari memakai masker serta sarana prasana pendukung lainnya tapi memang tetap ada yang takut membawa anaknya ke posyandu," ujarnya.

Menyiasati hal tersebut, Wisnu menyebutkan bahwa pihaknya lantas melakukan semacam pendataan ulang kepada balita yang memang masih takut untuk dibawa ke posyandu. Setelah itu, nanti akan ada kader yang kemudian mendatangi balita tersebut ke rumahnya masing-masing untuk dilakukan pengecekan.

"Ya istilahnya jemput bola, kita akan tetap pantau balita-balita itu meskipun memang masih ragu untuk datang sendiri ke posyandu," ungkapnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Posyandu Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, Rokhimi, mengatakan bahwa pelayanan posyandu di masa pandemi Covid-19 sekarang ini lebih diperketat. Protokol kesehatan Covid-19 sangat diperhatikan oleh pihaknya setiap melakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Tidak Dianjurkan Rapid Test Massal, Dinkes Sleman Fokus Penerapan Prokes

"Pelayanan posyandu dilakukan dengan sangat berhati-hati. Mulai dari sebelum diperiksa hingga setelah pemeriksaan pun akan mengikuti protokol kesehatan yang ada," kata Rokhimi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait