Partisipasi Pilkada Tak Maksimal, Satu TPS di Depok Cuma Didatangi 50 Orang

Partisipasi masyarakat Sleman dalam Pilkada Serentak tak maksimal.

Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 14 Desember 2020 | 20:10 WIB
Partisipasi Pilkada Tak Maksimal, Satu TPS di Depok Cuma Didatangi 50 Orang
Pilkada Serempak 2020

Meski dengan tingkat partisipasi yang belum maksimal, Wuri menilai secara keseluruhan penyelenggaraan Pilkada Sleman tahun ini berjalan cukup bagus. Dalam artian KPU Sleman sudah banyak memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada agar tetap bisa akan hingga tingkat TPS bahkan kepada seluruh KPPS.

"KPPS juga dapat fasilitas rapid tes. Linmas pun demikian. Jadi saat bertugas kemarin sudah sedikit tenang karena aman hasilnya non reaktif semua," tuturnya.

Terkait dengan penggunaan sistem Sirekap, diakui Wuri masih menyisakan kendala tersendiri. Hal itu membuat rekapitulasi yang dilakukan oleh pihaknya menggunakan lembar kerja Excel.

"Tapi memang kita sudah siapkan dari 7 orang KPPS, 1 orang bertugas untuk mengerjalan Sirekap. Mereka juga semangat sekali untuk belajar. Terbukti sudah sekitar 65 persen data se-Kecamatan Depok yang sudah terunggah. Sisanya memang tidak bisa karena sistemnnya masih eror," ucapnya.

Baca Juga:Sirekap Sempat Eror, KPU Sleman Tetap Rapat Pleno Rekapitulasi Hitung Suara

Wuri menyebutkan bahwa di Kecamatan Depok sendiri terdapat total 240 TPS. Sementara untuk DPT berjumlah 88.431 orang dengan jumlah pengguna hak pilih dalam DPT sebanyak 56.220 orang.

Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menolak pernyataan yang menyebut bahwa tingkat partisipasi masyarakat Sleman dalam Pilkada serentak 2020 tergolong rendah. Menurutnya tingkat partisipasi masyarakat Sleman yang meski tidak mencapai target yang ditetapkan oleh KPU Sleman tapi tidak bisa juga dikatakan sebagai kategori rendah.

"Targetnya 80 persen, ya kalau dibilang tidak mencapai target iya benar tapi kalau dikatakan rendah tidak juga, tingkat partisipasi 75 persen itu tinggi loh. Kalau di bawah 50 persen itu baru bisa dibilang rendah," tegas Arief.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak