Nihil di Awal Pandemi, Kasus Kejahatan Jalanan di Sleman Meningkat Lagi

Sejauh ini kasus kejahatan jalanan di Sleman didominasi pelaku di bawah umur.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 17 Desember 2020 | 14:25 WIB
Nihil di Awal Pandemi, Kasus Kejahatan Jalanan di Sleman Meningkat Lagi
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SuaraJogja.id - Kasus kejahatan jalanan atau klitih di Kabupaten Sleman mulai kembali marak dalam beberapa bulan terakhir. Dari beberapa kasus yang sudah ditemukan dan sedang dalam penanganan pihak kepolisian, hampir semua pelaku membawa senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah mengatakan bahwa selama awal pandemi Covid-19, Sleman sempat merasakan nihil dari kasus jalanan tersebut. Namun dalam beberapa bulan terakhir, kejahatan jalanan itu kembali muncul.

"Awal Desember mulai ada beberapa kasus dugaan kejahatan jalanan di Sleman. Memang sempat nihil saat awal pandemi Covid-19 lalu, tapi di beberapa bulan terakhir ini ada sedikit peningkatan," kata Deni saat dikonfirmasi SuaraJogja.id, Kamis (17/12/2020).

Ketika dimintai data lebih lengkap terkait sepanjang tahun 2020, pihaknya masih belum bisa memberikan. Kendati demikian, Deni mengakui sudah ada beberapa kasus yang berhasil ditangani jajaran kepolisian baik dari polsek atau Polres Sleman.

Baca Juga:Resahkan Warga, Dua Pemuda Bawa Sajam Diamankan Polres Sleman

Hal tersebut berkat kegiatan patroli yang terus dilaksanakan Satsabhara, Satreskrim, intel, maupun jajaran polsek di Sleman. Beberapa kejadian yang muncul di media sosial maupun yang meresahkan masyarakat bisa ditangani dengan cepat.

"Sudah banyak juga yang berhasil kita amankan dan sedang dalam proses, mulai dari kasus di Gamping, Bulaksumur, Depok Timur, Godean, hingga Mlati," ucapnya.

Deni juga belum bisa menyebutkan secara pasti berapa orang yang terlibat dalam beberapa kasus tersebut karena orang-orang itu masih dalam pemeriksaan.

"Ya kisaran yang diproses saat ini sudah ada enam kasus. Jumlah tersangka bervariasi. Ada yang dua, ada yang satu, tapi dalam setiap proses penyidikan ada tersangkanya. Ditunggu saja, nanti kemungkinan dalam waktu dekat juga akan kita rilis beberapa kasus itu," terangnya.

Deni mengungkapkan bahwa dalam proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap beberapa kasus itu, selalu ditemukan berang bukti senjata tajam atau pemukul. Senjata tajamnya pun memiliki beberapa jenis dan ukuran yang berbeda.

Baca Juga:Puluhan Orang Lakukan Perusakan di Guyangan, Berikut Situasi Terkini

Selain penemuan senjata tajam yang ada dalam beberapa kasus kejahatan jalanan tersebut, pihak kepolisian juga mengungkap fakta lain -- dari proses sejauh ini, kasus masih didominasi oleh anak di bawah umur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak