Dan untuk memastikan resiko penularan berkurang, pengelola ponpes kini melakukan sterilisasi minimal 2 kali seminggu. pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait penanganan santri serta prosedur protokol kesehatan.
Santri dikarantina sepekan
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Arif Gunadi mengungkapkan karena ada yang terpapar Covid-19 maka pihaknya memutuskan kegiatan belajar mengajar di pesantren Darul Quran Wal Irsyad dihentikan selama sepekan. Tak hanya kegiatan belajar mengajar tetapi aktivitas minimarket yang mereka miliki juga ditutup sementara waktu selama seminggu ke depan.
Hal ini dilakukan agar para santri yang berada di pondok pesantren tersebut tidak berinteraksi langsung dengan warga sekitar. Disamping itu penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat juga diberlakukan di dalam area pondok pesantren agar paparan covid19 tidak semakin meluas.
Baca Juga:Pejabat Satpol PP Gunungkidul Covid-19, Pedagang Pasar Argosari Meninggal
"Protokol kesehatan sangat ketat. Alhamdulillah Dinkes dan Puskesmas sangat responsif," tambah Arif.
Selama para santri menjalani karantina santri ada semacam jadwal khusus penanganan untuk santri yang positif Covid19 seperti pemberian vitamin, olahraga ataupun kegiatan lain. Hal ini dilaksanakan untuk menjaga imunitas santri tersebut.
Arif mengakui kejadian di Pondok Pesantren Darul Quran cukup mengejutkan. Karena penerapan protokol kesehatan sudah sangat ketat di berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul terus diperketat dengan harapan tidak ada paparan Covid19 di Pondok Pesantren.
"Di Gunungkidul ada 33 Pondok pesantren. Yang terpapar hanya Darul Quran,"ujarnya.
Kontributor : Julianto
Baca Juga:Kerap Kepergok Selingkuh, Lurah Don Juan di Gunungkidul Dituntut Mundur