Aduh! Wajah Relawan Bengkak Usai Disuntik Vaksin Moderna

Vaksin Moderna menimbulkan efek samping pada orang yang menggunakan filler wajah.

Iwan Supriyatna
Sabtu, 02 Januari 2021 | 09:03 WIB
Aduh! Wajah Relawan Bengkak Usai Disuntik Vaksin Moderna
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

SuaraJogja.id - Vaksin Moderna menimbulkan efek samping pada orang yang menggunakan filler wajah. Efek samping yang muncul yaitu pembengkakan, hal tersebut berdasarkan sebuah laporan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Seperti dilansir dari laman New York Post, seorang dokter kulit bernama Dr. Shirley Chi mengungkapkan bahwa pembengkakan di wajah akibat suntikan vaksin Moderna dialami oleh beberapa relawan uji coba vaksin tersebut.

"Saat tubuh menerima vaksin, sistem kekebalan anda yang menyebabkan peradangan itu meningkat. Begitulah cara kerjanya. Jadi masuk akal jika anda akan melihat respons kekebalan di area tertentu, di mana mereka melihat beberapa zat yang bukan termasuk zat alami di tubuh anda,” ungkap Dr. Chi ditulis Sabtu (2/1/2021).

Pada 17 Desember yang lalu, tepatnya pada pertemuan panel penasihat yang disebut dengan Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait (VRBPAC), petugas medis FDA Rachel Zhang melaporkan bahwa dua orang mengalami pembengkakan wajah setelah vaksinasi selama uji coba fase 3 Moderna.
Keduanya memiliki persamaan pada riwayat pernah menjalani prosedur filler wajah.

Baca Juga:Seharusnya Vaksin Moderna, 42 Orang Keliru Disuntik Obat Covid-19

Salah satunya seorang wanita berusia 46 tahun, memiliki riwayat telah disuntik dermal filler sekitar enam bulan sebelum mendapat vaksin. Sementara satu lagi seorang wanita 51 tahun telah menjalani prosedur yang sama dua minggu sebelum vaksinasi.

Menurut STAT yang menyiarkan live pertemuan tersebut, orang ketiga yang ikut serta dalam uji coba Moderna mengalami angioedema bibir (bengkak) sekitar dua hari setelah vaksinasi.

Zhang mengatakan orang tersebut telah menerima suntikan filler di bibir sebelumnya, dan telah melaporkan reaksi serupa setelah vaksin influenza sebelumnya.

Berdasarkan temuan tersebut, FDA memasukkan gejala pembengkakan wajah dalam kategori "Related Serious Adverse Event" (Kejadian Merugikan yang Serius).

Pakar alergi dan immunologi di NYU Langone Health, Purvi Parikh, MD, mengaku belum tahu pasti mekanisme yang menyebabkan respons demikian, namun para dokter yakin ini adalah reaksi inflamasi.

Baca Juga:Petugas Lalai Simpan Vaksin Moderna, Sebuah Klinik Kehilangan 500 Dosis

"Filler adalah benda asing dan ketika sistem kekebalan Anda diaktifkan karena vaksin, masuk akal bahwa area yang memiliki benda asing yang tidak biasanya ada di tubuh anda juga akan mengalami peradangan, ini karena sistem kekebalan dirancang untuk melawan zat asing," kata Dr. Parikh.

Beberapa waktu lalu, pihak FDA juga telah memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin Moderna. Berdasarkan sejumlah data, vaksin Moderna lebih mudah dalam proses penyimpannya karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat beku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak