alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bangun 12 Rumah Belajar Gratis, Niat Pemuda Ini Sempat Dianggap Mustahil

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 07 Januari 2021 | 08:00 WIB

Bangun 12 Rumah Belajar Gratis, Niat Pemuda Ini Sempat Dianggap Mustahil
Ketua Umum Persatuan Generasi Didik Cinta Ilmu (PGDCI) menunjukkan salah satu rumah belajar gratis di Dusun Ngentak RT 4, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Rabu (6/1/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Rumah belajar gratis ini dirintis sejak 2017 silam.

"Kami juga membantu anak-anak yang tidak punya buku atau seragam. Semuanya kami berikan secara gratis," kata dia.

Guru atau tentor di rumah belajar direktur dari anggota dan relawan serta mahasiswa yang telah bergabung dengan organisasi itu. Guntur mengatakan bahwa terdapat lebih 1.000 anggota yang berada di organisasi ini. Namun semuanya tidak menjadi guru, adapun anggota yang membantu dengan memberikan sumbangan dana.

"Semua biaya ini dari anggota. Kami belum punya donatur tetap, kami sudah satu visi bahw kegiatan kami ini benar-benar untuk membangun masyarakat. Jadi tiap anggota punya celengan khusus yang kami kumpulkan untuk menyalurkan kebutuhan ke-12 rumah belajar yang ada. Termasuk kebutuhan adik-adik untuk bersekolah," jelas dia.

PGDCI tak hanya bergerak di bidang pendidikan. Mereka juga membantu masyarakat yang kesulitan ekonomi.

Baca Juga: Pagi Buta Ribut di Lapangan Wijirejo, 9 Orang Diamankan Polres Bantul

Sejumlah anak didik melaksanakan pembelajaran di Rumah Belajar Gratis Persatuan Generasi Didik Cinta Ilmu (PGDCI) di Dusun Ngentak RT 4, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. [Dok.ist PGDCI]
Sejumlah anak didik melaksanakan pembelajaran di Rumah Belajar Gratis Persatuan Generasi Didik Cinta Ilmu (PGDCI) di Dusun Ngentak RT 4, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul. [Dok.ist PGDCI]

"Rencananya kami akan membangun sebuah koperasi. Karena di sini warga berprofesi seorang petani dan juga penambang pasir yang hasilnya tidak seberapa, nanti kami bantu untuk kebutuhan sembako," jelas dia.

Guntur mengaku membangun rumah belajar gratis ini ia lakukan penuh lika-liku. Bahkan awalnya banyak orang yang menganggap bahwa apa yang dia bangun mustahil terwujud.

"Ada yang tidak percaya, ada yang mencaci. Namun hal itu saya anggap sebagai cambukan untuk motivasi. Saya membangun hal ini bukan untuk cita-cita saya. Tapi untuk masyarakat. Karena jelas situasi generasi Indonesia saat ini harus dibenahi. Hal ini semata-mata untuk keberlangsungan masyarakat yang harus mendapatkan hak yang sama terutama pada pendidikan," terang pria yang memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai konsultan pendidikan dan manajemen yang ada di Jakarta itu.

Saat ini organisasi yang ia bangun masih dalam tahap berkembang. Pihaknya akan fokus membangun meski di tengah situasi pandemi Covid-19. 

"Saya terus optimistis rumah belajar dan organisasi PGDCI ini terus berkembang. Harapannya tak berhenti di DIY. Namun bisa meluas sampai pelosok Indonesia," harap Guntur.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bantul Meningkat, 9 Kecamatan Ditetapkan Zona Merah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait