PTKM di Sleman, Irfan Takut Dagang Sayur ke Pasar

Irfan mengaku agak takut datang ke pasar di masa pandemi seperti saat ini, sehingga ia juga mengimbangi penjualan sayur-mayurnya dengan penjualan daring.

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Senin, 11 Januari 2021 | 17:35 WIB
PTKM di Sleman, Irfan Takut Dagang Sayur ke Pasar
New normal mal Sleman City Hall (SCH) - (SuaraJogja.id/HO-Sleman City Hall)

Hanya saja Bayu melihat, pembatasan ketat tidaklah cukup untuk bisa menekan tingginya angka penularan. Kemampuan tracing juga perlu ditingkatkan. Selain tracing, pemerintah pun juga harus bisa memberikan edukasi dan contoh berkenaan dengan kedisiplinan untuk menjalankan 3M.

"Mengaca dari standar yang diterapkan oleh WHO, untuk minimum pengetesan yaitu 1 tes setiap 1.000 orang per minggu dan positivity rate di bawah 5 persen," tuturnya.

Bayu juga meminta pemerintah untuk tak hanya mengimbau masyarakat menerapkan 3M dan tidak liburan ke luar daerah, tetapi pejabatnya yang taat masker atau bahkan liburan juga harus diingatkan.

Agar pembatasan ketat ini bisa berjalan dengan baik, maka pemerintah juga harus bekerja sama dengan pemilik rumah makan, toko, mal, dan lain-lain. Jika perlu, kata dia, pembatasan di restoran dan lain-lain diberlakukan, jika lebih dari 50% tidak terima tamu atau harus dengan reservasi dahulu.

Baca Juga:PTKM Diberlakukan, Layanan SIM di Polres Bantul Dibatasi

Kontributor : Uli Febriarni

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak