alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kejahatan di 2020 Cenderung Turun, Kapolsek Sedayu: Pelaku Banyak dari Luar

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora Kamis, 21 Januari 2021 | 21:00 WIB

Kejahatan di 2020 Cenderung Turun, Kapolsek Sedayu: Pelaku Banyak dari Luar
Ilustrasi klitih - (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Ardi tak menampik, kejahatan jalanan juga kerap terjadi di wilayah Sedayu. Kendati demikian, jumlahnya tak sebanyak tindakan pencurian.

SuaraJogja.id - Tingkat kejahatan yang terjadi di wilayah Hukum Polsek Sedayu relatif menurun pada 2020 dibanding dengan 2019. Dari catatan kepolisian, para pelaku yang berhasil diamankan kepolisian kebanyakan dari luar wilayah Sedayu.

Kapolsek Sedayu Kompol L Ardi Hartana menerangkan, lebih dari 50 persen kasus yang terjadi di 2020 berhasil diungkap.

"Jika tindak kejahatan tinggi sekali tidak, di atas 50 persen berhasil kita ungkap, mulai dari klitih, pencurian dengan pemberatan (curat), termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor)," terang Ardi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021).

Ia merinci, pada 2019 tindak kejahatan sesuai laporan kepolisian terdapat 85 laporan, sementara tahun 2020 turun menjadi 64 laporan.

Baca Juga: Aksi Kejahatan Jalanan Resahkan Warga, Kapolsek Sedayu Beri Pesan Ini

"Ada penurunan kasus yang terjadi selama 2020. Faktornya mungkin karena pandemi juga," jelas dia.

Dari jumlah 64 laporan, tindakan curat, pencurian dengan kekerasan (curas), dan juga curanmor paling mendominasi. Tak hanya itu, kekerasan jalanan juga termasuk dalam laporan tersebut.

"Mungkin dari tiap Polsek dan polres tiga tindak kejahatan [curas, curat, dan curanmor] paling banyak. Maka dari itu, kami bekerja dengan mendorong tiap unit. Tidak hanya Reskrim, unit binmas shabara juga kami terjunkan," ungkap dia.

Ardi tak menampik, tindakan kejahatan jalanan alias klitih juga kerap terjadi di wilayah Sedayu. Kendati demikian, jumlahnya tak sebanyak tindakan pencurian.

Ia menjelaskan bahwa kebanyakan pelaku kejahatan jalanan tersebut berasal dari luar wilayah Sedayu.

Baca Juga: Berniat Balas Usai Jadi Korban Klitih, 3 Remaja Ini Keburu Ditangkap Warga

Hal itu dimungkinkan lantaran wilayah Sedayu menjadi tempat perlintasan kendaraan luar kota dan juga perbatasan dengan Kabupaten Sleman.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait