3. Gue enggak dibayar sedikit pun
Langkahnya untuk memberikan edukasi sekaligus mempromosikan penggunaan vaksin justru membuat dr Tirta dituduh sebagai sales vaksin. Ada saja warganet yang mengira dr Tirta menerima bayaran atas aksinya menerima vaksin pertama di Sleman sekaligus kerap memberikan edukasi di media sosialnya.
Geram dituduh menerima bayaran, dr Tirta siap menunjukkan mutasi rekeningnya. Secara pribadi, sarjana FKKMK UGM ini hanya ingin bisa kembali hidup normal agar beberapa bisnisnya bisa berjalan dengan baik. Ia menegaskan agar orang yang berkomentar tersebut menggunakan otak dan kuotanya untuk membaca berita yang baik dan benar, bukan hanya hoaks.
4. Lokasi mana lu, samperin toko gua!
Baca Juga:Surati Kemenkes, Menhub Minta Pilot hingga Sopir Bus Segera Divaksin Covid
Tidak kalah aneh, warganet satu ini mengatakan bahwa pandemi masih ada karena terus-terusan ditampilkan media massa. Menurut warganet ini, pandemi ada hanya untuk menyalahkan masyarakat. Padahal, kata dia, fakta di lapangan tidak ada pandemi dan Covid-19 hanya ada di televisi saja.
Membaca komentar tersebut, dr Tirta sampai berteriak di dalam mobilnya. Ia menantang pemilik komentar itu untuk mendatanginya ke toko sepatu miliknya, sekaligus menanyakan lokasi pemilik akun tersebut. Pengusaha di bidang sepatu ini mengaku akan mengantarkan warganet tersebut langsung ke ICU untuk melihat fakta di lapangan.
Lihat ragam video tersebut DI SINI.
Dari sekian banyak video TikTok dr Tirta melawan warganet yang tidak percaya dengan vaksin atau covid-19, ia menyesali adanya salah satu videonya yang diturunkan oleh pihak TikTok. Hilangnya salah satu video tanggapannya membuatnya kesal. Padahal ia tengah menyelesaikan berbagai hoax mengenai covid-19 di media sosial.
Baca Juga:Studi: Obat Diabetes Mungkin Turunkan Risiko Kematian Covid-19