Sunarta mengungkap bahwa antara pelaku dengan korban sebetulnya memang masih ada huhungan saudara. Pelaku ini juga sedang ribut bersama istrinya yang tengah hamil tua.
Disebutkan Sunarta, hasil penyelidikan lebih lanjut tersangka PR tidak bisa mengingat atau menjelaskan secara detail ia menusuk korban. Sebab memang penusukan itu dilakukan karena emosi dan tidak terima dinasehati oleh korban.
“Dia juga tidak bisa menjelaskan bagaimana saat menusuk korban, arah pisau ke atas atau ke bawah. Intinya sudah terpengaruh minuman keras dan emosi juga,” jelasnya.
Atas kejadian ini, tersangka dikenakan pasal 351 ayat 2 KUH pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.
Baca Juga:Cuma Satu Rupiah, Uji coba KRL Jogja-Solo Beroperasi untuk Masyarakat Umum